Ekonomi Kreatif Berbasis IP Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif
- 26 Jan 2026 10:12 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Pengamat Ekonomi Kreatif, Budaya dan Pariwisata, Harry Waluyo, menjelaskan bahwa kekuatan utama ekonomi kreatif Indonesia justru terletak pada nilai budaya, ide lokal, dan kearifan masyarakat yang dapat diolah menjadi IP strategis. Menurutnya, budaya tidak hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga sumber nilai ekonomi yang berkelanjutan.
“Jika IP dikelola secara profesional, satu ide atau karakter dapat hidup lintas subsektor seperti film, gim, musik, fesyen hingga pariwisata, dan menghasilkan multiplier effect ekonomi nasional,” kata Harry Waluyo, kepada RRI beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, subsektor seperti film dan animasi, gim, komik, serta musik memiliki peran penting sebagai mesin utama penciptaan IP.
Dari subsektor inilah kemudian lahir berbagai produk turunan seperti merchandise, konten digital, hingga lisensi komersial yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan ekspor jasa kreatif.
Harry juga menekankan pentingnya peran pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis IP, mulai dari pelindungan kekayaan intelektual, pembiayaan, hingga integrasi dengan sektor pariwisata dan UMKM. Menurutnya, tanpa kebijakan yang terarah, potensi besar ekonomi kreatif Indonesia tidak akan terakumulasi secara optimal.
“Ekonomi kreatif berbasis IP adalah fondasi penting menuju transformasi ekonomi nasional yang berdaya saing global dan tidak lagi bergantung pada sektor ekstraktif,” ujarnya.