Pendidikan Kemajemukan Budaya Alor sebagai Identitas yang Diwariskan
- 15 Feb 2026 18:47 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Ujian praktik mata pelajaran Seni Budaya di Madrasah Aliyah Negeri Alor tidak hanya bertujuan menilai kemampuan siswa, tetapi juga menjadi sarana pendidikan tentang kemajemukan budaya yang ada di daerah tersebut. Melalui kegiatan ini, sekolah menanamkan pemahaman bahwa budaya lokal merupakan identitas asli masyarakat Alor yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah memberikan kebebasan kepada setiap kelas untuk memilih dan menampilkan tarian khas Alor yang berbeda-beda. Pendekatan ini dilakukan agar siswa dapat mengenal keberagaman budaya yang hidup di berbagai wilayah Alor sekaligus memahami nilai persatuan di tengah perbedaan latar belakang.
Wali kelas XII J (Gen-J) , Mukmin Boli, menegaskan bahwa pembelajaran seni budaya diarahkan untuk membentuk kesadaran identitas siswa sejak dini. Menurutnya, pendidikan budaya menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan jati diri generasi muda.
“Kami mengajarkan kepada siswa bahwa mereka hidup di tengah kemajemukan budaya, dan itu adalah kekayaan yang harus diwarisi,” ujar Mukmin kepada rri.co.id, Jumat 13 februari 2026.
Ia juga menuturkan pengalaman pembelajaran di kelas XII J (Gen-J) yang berjumlah 35 siswa dengan latar belakang suku dan budaya yang beragam. Meski berasal dari berbagai daerah di Alor, seluruh siswa sepakat menampilkan tarian budaya dari Desa Bampalola sebagai bentuk pengenalan budaya lintas suku serta wujud saling menghargai di antara mereka.
Menurut Mukmin, kesepakatan tersebut mencerminkan nilai kebersamaan yang tumbuh di dalam ruang kelas. Melalui seni tari, siswa belajar bekerja sama, menghormati perbedaan, serta memahami bahwa setiap budaya memiliki nilai yang sama pentingnya dalam membangun identitas Alor.
Di tengah derasnya pengaruh budaya luar, Mukmin menilai lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam menjaga jati diri generasi muda. Sekolah, kata dia, harus menjadi ruang aman bagi budaya lokal agar tetap hidup, dikenali, dan dibanggakan oleh para siswa.
“Siswa harus sadar bahwa budaya Alor adalah identitas asli yang tidak boleh hilang. Tugas sekolah adalah memastikan nilai itu tetap mereka pegang teguh ke mana pun mereka melangkah,” kata Mukmin.