Belajar Tenun karena Tertarik

  • 11 Mar 2026 19:57 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua: Mahasiswi Sekolah Tinggi Pastoral Santo Petrus Keuskupan Atambua Kefamenanu mengaku belajar tenun bukan karena bagian dari proses Pendidikan saja tetapi karena ada ketertarikan pribadi untuk mengenal lebih dalam budaya tenun yang menjadi identitas masyarakat.

Demikian ungkap Mahasiswi STP St. Petrus Keuskupan Atambua, Yustina Oni Mona ketika diwawancara Rri Atambua melalui sambungan telepon Rabu, (11/3/2026).

Lanjutnya, pengalaman belajar tenun di dapatkan melalui program magang yang ada di lembaga Sekolah Tinggi Pastoral Santo Petrus Keuskupan Atambua Kefamenanu dan berkesempatan praktek di rumah tenun.

“Di kampus kami terdapat beberapa jenis program magang untuk membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan praktis dan salah satunya adalah magang budaya usaha,” tuturnya

Yustina Oni Mona mengatakan menenun bukan sekadar keterampilan membuat kain, tetapi juga cara untuk memahami nilai budaya, kesabaran, dan ketekunan yang diwariskan oleh para leluhur.

Melalui STP St. Petrus Keuskupan Atambua dirinya menjalani magang di Rumah Tenun Lattere Jo Ekafalo Timor, tepatnya di Desa Oenbit, Kecamatan Insana.“Pengalaman saya tentang belajar tenun di rumah tenun Latere Ekafalo sangat berkesan bagi saya,”

Diakuinya, dirinya terkesan belajar tenun di Rumah Tenun Lattere Jo Ekafalo Timor karena tidak hanya melihat prosesnya, tetapi juga belajar langsung dari penenun yang sudah berpengalaman seperti pemilik rumah tenun, yaitu Ibu Angela Neonbeni.

Rekomendasi Berita