Keluarga dan Komunitas Berperan Tangkal Judi Online di Kalangan Remaja
- 28 Feb 2026 14:30 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Maraknya perjudian daring tidak hanya berdampak pada individu tetapi juga memengaruhi stabilitas sosial keluarga. Ungkap Aziz Mobang salah satu Mahasiswa di Alor kepada rri baru baru ini.
"Masalah ekonomi sering muncul ketika korban kehilangan uang tabungan akibat kecanduan permainan berisiko tersebut," Katanya. Dirinya menilai keluarga menjadi benteng pertama dalam melindungi anak dari pengaruh negatif internet. Komunikasi terbuka membantu orang tua memahami pergaulan digital sehingga pencegahan dapat dilakukan sejak dini.
“Anak perlu merasa didengar bukan dihakimi ketika menghadapi masalah." Pendekatan empatik dianggap mampu membangun kepercayaan sehingga nasihat orang tua lebih mudah diterima remaja.
Selain keluarga komunitas sekolah dan kampus juga memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan kondusif. Kegiatan bersama seperti olahraga bakti sosial dan diskusi kreatif dapat mengalihkan perhatian dari perjudian daring.
Ia menyebutkan solidaritas teman sebaya sangat efektif menekan ajakan mencoba aplikasi ilegal berbahaya. Teman yang peduli akan saling mengingatkan sehingga risiko penyimpangan perilaku dapat ditekan bersama.
Edukasi hukum mengenai sanksi pidana turut disampaikan agar remaja memahami konsekuensi tindakan mereka. Pengetahuan tersebut diharapkan menumbuhkan rasa takut melanggar aturan serta tanggung jawab sosial lebih kuat.
Aziz mengajak tokoh masyarakat bekerja sama mengawasi promosi perjudian di ruang publik setempat. Kolaborasi ini penting agar pesan pencegahan tersebar luas dan menjangkau seluruh lapisan warga.
Ia menutup diskusi dengan harapan generasi muda tumbuh berintegritas serta menjunjung nilai moral. Menurutnya masa depan daerah akan cerah bila pemudanya bebas dari praktik perjudian yang merusak.