Buka Puasa Berlebihan Bisa Picu Gangguan Lambung
- 11 Mar 2026 17:30 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Buka bersama menjadi tradisi yang sering dilakukan masyarakat selama bulan Ramadhan. Namun kebiasaan makan berlebihan saat berbuka dapat berdampak pada kesehatan tubuh.
Melansir unggahan akun Instagram Kementerian Kesehatan Republik Indonesia @kemenkes_ri, masyarakat diimbau lebih bijak mengatur pola makan saat berbuka. Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus setelah seharian berpuasa dapat memicu gangguan pencernaan.
Makan Berlebihan Picu Gangguan Lambung
Kebiasaan makan banyak dalam waktu singkat saat berbuka dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung. Kondisi ini dapat memicu gangguan kesehatan seperti gastroesophageal reflux disease (GERD).
Minuman Manis Perlu Dibatasi
Minuman dengan kandungan gula tinggi sering menjadi pilihan saat berbuka puasa. Padahal, konsumsi gula berlebihan tidak dianjurkan ketika lambung dalam kondisi kosong setelah berpuasa seharian.
Tubuh Butuh Cairan yang Mengembalikan Elektrolit
Setelah menahan haus selama berjam-jam, tubuh membutuhkan cairan untuk memulihkan keseimbangan elektrolit. Cairan yang tepat dapat membantu tubuh kembali segar serta menjaga fungsi organ tetap optimal.
Air Kelapa Jadi Alternatif Sehat
Air kelapa dikenal sebagai minuman isotonik alami yang kaya elektrolit dan gula alami. Kandungan tersebut membantu mengembalikan energi serta menetralkan asam lambung setelah berpuasa.