Masyarakat TTU Dihimbau Tidak Konsumsi Daging Anjing

  • 25 Feb 2026 18:35 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Plt Direktur RSUD Kefamenanu memberikan saran yang bijak, mengingat TTU belum bebas Rabies, sehingga masyarakat diminta jangan mengkonsumsi daging RW atau daging anjing karena bisa berisiko besar bagi keselamatan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh dr. Adrianus Antonius Berkanis Abi saat diwawancarai awak media di ruangannya pada Selasa 24 Februari 2026.

Menurut dr Adrianus bahwa, pihaknya dari RSUD Kefamenanu mengajak kalau bisa untuk sementara waktu masyarakat harus bisa menghindari konsumsi daging RW. Karena Kabupaten TTU masih berkutat dengan Rabies dan belum dinyatakan bebas dari virus anjing gila sehingga semua pihak harus ekstra waspada.

"Jadi kalau ada masyarakat yang berjualan kuliner berbahan dasar daging RW maka masyarakat jangan beli untuk konsumsi dulu. Sebab angka Rabies di TTU masih tinggi dan belum dinyatakan bebas. Lebih baik masyarakat berhati-hati dan memilih sumber protein yang lebih aman. Sehingga tidak membahayakan diri sendiri",ujar dr. Adrianus.

Masyarakat TTU khususnya Kota Kefamenanu perlu untuk menghindari konsumsi daging anjing karena risiko rabies yang masih ada di daerah ini.

Pasalnya, pada kasus kematian terakhir di bulan Agustus 2025 lalu, salah seorang warga, setelah dianalisis tidak memiliki riwayat gigitan anjing rabies.

"Karena itu, masyarakat diimbau bagi yang masih mengonsumsi daging anjing (RW) supaya menghentikan konsumsi daging tersebut. Sebab, mengonsumsi daging anjing tanpa pengolahan tidak tepat, dapat menularkan rabies bagi yang mengkonsumsinya dan akibatnya bisa fatal", kata dr. Adrianus.

Plt Direktur RSUD Kefamenanu juga menyarankan pengusaha kuliner berbahan dasar daging anjing untuk beralih ke kuliner lain. Saran bijak ini untuk menghindari risiko bisnis dan menjaga keselamatan masyarakat TTU dari ancaman Rabies. Sehingga pengusaha kuliner dapat mempertimbangkan dan beralih ke pilihan kuliner yang lebih aman", ujar dr Adrianus (SK)

Rekomendasi Berita