Wisata Budaya Tidak Terwujud Tanpa Masyarakat Adat
- 02 Feb 2026 09:49 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua-Pengembangan wisata berbasis budaya tidak akan terwujud tanpa dukungan masyarakat adat sebagai pemilik ulayat, pemangku dan ahli waris.
Informasi disampaikan oleh Cletus Beru, ketua Sanggar Doka Tawa Tana Kabupaten Sikka-NTT, dalam perbincangan bersama RRI Atambua, Minggu 1 Februari 2026.
"Dibutuhkan pendekatan dan penyampaian informasi yang clear, apa tujuannya, apa dampaknya terhadap kehidupan masyarakat adat, agar berkelanjutan" ujarnya.
Dalam pengembangan wisata berbasis budaya, semua elemen wajib dilibatkan secara aktif. Tidak saja sesuai keinginan pemerintah atau pihak berkepentingan.
Dia mencontohkan keberhasilan Sanggar Doka Tawa Tana Kabupaten Sikka menyeimbangkan pelestarian budaya dengan pariwisata karena dukungan semua pihak.
"Disparbud Sikka kerjasama pelaku industri pariwisata (ASITA, PHRI) berikan dukungan pelatihan sadar wisata dan tata kelola destinasi, kepada masyarakat, ini wujud kolaborasi," katanya.
Dengan keterlibatan masyarakat adat dalam pengembangan pariwisata budaya, akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal dimana menjadi destinasi.
"Ini dampak positif kolaborasi dan komitmen pengembangan wisata budaya berkelanjutan. Tentu pondasinya diletakkan dengan baik serta pemanfaatan aset daerah secara bijak," tuturnya.
Diakhir perbincangan disampaikan Cletus Beru bahwa, masyarakat adat akan sangat mendukung. Jika kegiatan tidak bertentangan dengan kearifan lokalnya. (VM/EM)