Momen Artis Luna Maya Datang ke Aceh, Lihat Langsung Dampak Bencana
- 17 Feb 2026 22:35 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Bireuen — Artis Luna Maya mengunjungi Aceh untuk melihat langsung dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025 lalu. Dalam kunjungannya, Luna menyambangi sejumlah titik terdampak parah, khususnya di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan. Luna Maya juga datang ke wilayah dataran tinggi Gayo, Bener Meriah.
Wilayah tengah Aceh salah satu daerah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana hidrometeorologi tersebut.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya dan dilihat RRI, Luna Maya mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi Aceh pasca bencana. Ia bahkan sempat terjebak kemacetan di jalur yang terdampak longsor.
“Akhirnya nyampe juga di Aceh, kita benar-benar bisa lihat bagaimana bencananya luar biasa. Saat ini kami sedang terjebak macet karena jalannya harus bergantian akibat rusak parah pasca longsor. Kalau tidak ke sini kita tidak tahu bagaimana kondisi sebenarnya. Selama ini kita hanya lihat di berita, di TV, tapi kali ini benar-benar kita lihat secara langsung,” ujar Luna dalam video tersebut.

Luna datang bersama rombongan menggunakan kendaraan khusus untuk menjangkau lokasi terdampak, sekaligus membawa bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Selain menyalurkan bantuan, pemeran film Suzana itu juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut berdonasi membantu warga Aceh yang tertimpa musibah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita di Aceh,” tambahnya.
Di sela kunjungannya, Luna Maya juga menyempatkan diri mengunjungi Conservation Response Unit (CRU) Peusangan di Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah. Ia berinteraksi dan berfoto bersama satwa gajah Sumatera yang berada di kawasan tersebut.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang terdampak banjir bandang, Luna juga melakukan penanaman pohon alpukat di area DAS Peusangan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir.
Sebagaimana diketahui, banjir bandang dan longsor melanda Aceh pada 26 November 2025. Bencana hidrometeorologi tersebut juga berdampak pada dua provinsi lain, yakni Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Di Aceh, sedikitnya 18 kabupaten terdampak bencana. Namun berdasarkan laporan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, terdapat delapan wilayah yang memerlukan atensi khusus dalam proses pemulihan pascabencana, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan Gayo Lues.