Komunitas Alba Edukasi Warga Soal Ular

  • 04 Feb 2026 20:30 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Komunitas Animal Lovers Banda Aceh (Alba) terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait satwa liar, khususnya ular, untuk mengurangi kepanikan dan kesalahpahaman saat hewan tersebut masuk ke lingkungan permukiman. Edukasi ini disampaikan dalam program Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas) RRI Banda Aceh, Selasa 3 Februari 2026.

Koordinator Lapangan Alba, Syahrul Akbar Sadad, mengatakan komunitas tersebut berdiri sejak 2017 sebagai wadah bagi masyarakat pecinta hewan, termasuk hewan yang tidak umum dipelihara. Menurutnya, fokus utama Alba adalah sosialisasi rutin agar masyarakat lebih mengenal satwa liar dan tidak langsung membunuh hewan yang ditemui.

“Alba hadir untuk mewadahi teman-teman yang mencintai binatang. Kita rutin sosialisasi supaya masyarakat lebih mengenal satwa liar dan tahu cara menyikapinya dengan benar,” ujar Syahrul.

Ia menjelaskan, anggota Alba berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa hingga pekerja. Selain edukasi ke masyarakat, anggota juga mendapat pelatihan internal, termasuk penanganan ular, bahkan bekerja sama dengan pihak pemadam kebakaran (Damkar).

Sementara itu, anggota Alba, Kevin Wardana, menyoroti kuatnya stigma negatif terhadap ular di Aceh. Ia menyebut banyak warga menganggap semua ular berbisa dan harus dibunuh, padahal tidak semua jenis berbahaya bagi manusia.

“Fokus sosialisasi kami itu mengenalkan bahwa tidak semua ular berbahaya dan tidak semua harus dibunuh. Banyak juga yang berperan penting untuk ekosistem,” kata Kevin.

Kevin juga meluruskan sejumlah mitos yang berkembang di masyarakat, salah satunya penggunaan garam untuk mengusir ular. Menurutnya, cara tersebut tidak efektif. Ular justru sangat sensitif terhadap bau menyengat.

“Ular itu sangat sensitif sama bau. Kalau masuk rumah, buka satu akses keluar, tutup yang lain, lalu semprot pengharum ruangan. Biasanya dia akan keluar sendiri cari udara yang lebih segar,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya tidak menangani ular secara sembarangan, terutama jenis berbisa seperti kobra. Kevin mengingatkan, meski sudah dipotong, kepala ular berbisa masih bisa bergerak dan menggigit dalam beberapa waktu.

“Walaupun kepalanya sudah terlepas, itu masih berbahaya. Bisa bergerak dan tetap menggigit karena refleks ototnya masih ada,” ujarnya.

Alba juga memiliki divisi Animal Response Unit yang siap membantu evakuasi satwa liar di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Warga yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi komunitas melalui media sosial mereka.

Melalui edukasi berkelanjutan, Alba berharap masyarakat lebih tenang, tidak panik, serta mengedepankan keselamatan tanpa harus langsung membunuh satwa liar yang masuk ke lingkungan tempat tinggal.

Rekomendasi Berita