Musim Kemarau Waspada Diare dan Malaria

  • 10 Mar 2026 22:35 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kondisi cuaca panas dan kering yang terjadi saat musim kemarau dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit di masyarakat. Hal tersebut disampaikan Ketua Divisi Hydrometeorological Hazard & Climate Change TDMRC USK, Dr. Yopi Ilhamsyah dalam bersama RRI Banda Aceh, Sabtu 7 Maret 2026.

Menurutnya, suhu panas yang disertai kondisi lingkungan yang kurang bersih dapat memperburuk kualitas kesehatan masyarakat. Timbunan sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan gas metana yang menyebabkan bau tidak sedap dan memperparah kondisi lingkungan sekitar.

“Dengan kondisi iklim panas kering seperti ini juga rentan dengan penyakit, terutama terkait kehigienisan. Apalagi jika dibarengi dengan lingkungan yang kotor dan timbunan sampah yang menghasilkan gas metana sehingga menimbulkan bau,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kondisi lingkungan yang tidak sehat dapat memicu munculnya berbagai penyakit, salah satunya diare. Selain itu, musim kemarau juga menjadi waktu yang rawan bagi berkembangnya vektor penyakit seperti nyamuk yang dapat menularkan berbagai penyakit berbahaya.

“Pada musim kemarau seperti ini biasanya vektor nyamuk mulai tumbuh. Kita khawatir penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti malaria dan demam berdarah bisa meningkat atau bahkan mewabah,” kata Dr. Yopi.

Ia menambahkan, kondisi tubuh yang sedang lemah juga dapat mempercepat munculnya penyakit. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan imunitas tubuh, serta menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari berbagai penyakit yang berpotensi muncul saat musim panas.

Rekomendasi Berita