Tren Minuman Kekinian Berisiko bagi Ginjal

  • 09 Mar 2026 11:58 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Tren minuman kekinian yang manis dan berwarna semakin digemari masyarakat, khususnya kalangan muda. Namun di balik rasanya yang menarik, konsumsi minuman tinggi gula secara berlebihan dapat berdampak pada kesehatan, termasuk meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal jika tidak diimbangi dengan pola hidup sehat.

Dokter laboratorium RSUDZA, DR. dr. Desiana, M.Ked (Clint Path), SpPK Subs HK, menjelaskan bahwa saat ini minuman kekinian dengan berbagai varian rasa dan tampilan menarik semakin populer di kalangan masyarakat. “Seperti kita ketahui sekarang ini banyak sekali minuman-minuman kekinian yang berwarna, manis, dan ditambah berbagai aksesoris seperti boba,” ujarnya dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Sabtu 7 Maret 2026.

Ia menilai, sebagian masyarakat terutama anak muda kerap tidak menyadari bahwa minuman tersebut umumnya memiliki kandungan gula tinggi dan nilai gizi yang minim. “Minuman yang warnanya dibuat semenarik mungkin itu ternyata mungkin memang nilai gizinya sama sekali tidak ada. Jadi yang ada hanya gula,” kata dr. Desiana.

Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi minuman manis secara berlebihan dapat meningkatkan beban kerja ginjal dalam menyaring limbah dan racun dari tubuh. Kondisi ini sering kali tidak disadari karena banyak orang baru memeriksakan diri ketika gejala sudah muncul.

“Akibatnya datang itu sudah dalam keadaan bergejala, misalnya kaki bengkak atau pembengkakan di wajah. Itu artinya ada racun yang tertahan di dalam tubuh karena tidak mampu dikeluarkan oleh ginjal,” jelasnya.

Untuk mencegah kondisi tersebut, dr. Desiana menyarankan masyarakat mulai rutin melakukan pemeriksaan Kesehatan baik orang tua maupun anak muda, termasuk pemeriksaan darah dan urin di laboratorium. Ia juga berpesan untuk masyarakat membatasi konsumsi minuman manis dan lebih mengutamakan air putih guna menjaga kesehatan ginjal.

Rekomendasi Berita