Mahasiswi Padang Tertarik dengan Aceh dan Kulinernya

  • 23 Des 2025 23:42 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Zahra Fadhilatul Husna, atau yang akrab disapa Husna, merupakan mahasiswi asal Kota Padang, Sumatera Barat, yang kini menetap di Banda Aceh untuk menuntut ilmu. Di tengah suasana keprihatinan akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera seperti Padang, Medan, dan Aceh, Husna mengajak masyarakat untuk saling mendoakan agar diberi kesabaran dan keberkahan pascabencana.

Husna dalam dialog interaktif Cek Cerita Kamu di RRI Pro 2 Banda Aceh, Senin (22/12/2025) mengungkapkan, dirinya telah berada di Banda Aceh selama dua tahun terakhir untuk menempuh pendidikan di Universitas Livia Banda Aceh, yang berlokasi di kawasan Komplek Masjid Raya Baiturrahman. Ia mengambil program persiapan bahasa Arab sebagai bekal akademik dan spiritual.

“Sebelumnya saya sudah belajar Al-Qur’an, jadi untuk mendalaminya tentu perlu mempelajari bahasa Arab, terutama dasar-dasar qawaid,” ujar Husna.

Selain fokus pada pendidikan formal, Husna juga aktif dalam kegiatan keagamaan. Ia saat ini diamanahkan sebagai Anggota Syi’ar dan Dakwah Remaja Masjid Raya Baiturrahman. Dalam perannya tersebut, Husna terlibat langsung dalam penyelenggaraan kajian keislaman yang terbuka untuk masyarakat umum.

“Lebih ke bidang kajian, seperti membuat dan menyusun kajian-kajian umum untuk masyarakat,” katanya.

Menurut Husna, keterlibatannya di komunitas remaja masjid menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan dan relasi sosial. Ia menilai aktivitas di luar kampus memberikan pengalaman yang lebih beragam.

“Kalau hanya di kampus, pergaulan kita terbatas. Dengan ikut komunitas, teman jadi bertambah, bisa sharing pengalaman, dan banyak ilmu yang diajarkan,” ucapnya.

Selama tinggal di Banda Aceh, Husna juga merasakan perbedaan budaya, khususnya dalam hal kuliner. Meski demikian, ia menilai perbedaan tersebut tidak terlalu kontras. “Lidah Minang dan Aceh memang berbeda, tapi tidak sampai 100 derajat. Keduanya sama-sama kuat di rempah-rempah,” jelas Husna.

Ia menambahkan, masakan Aceh cenderung memiliki cita rasa kayu manis yang lebih dominan, sementara masakan Minang juga kaya rempah namun dengan takaran yang berbeda. “Sama-sama kuat, hanya beda di pemakaian dan kadar bumbunya saja,” tutup Zahra Fadhilatul Husna.

Rekomendasi Berita