Perbedaan Ikan Nila Dan Ikan Mujair !

  • 07 Jan 2026 09:32 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN. Banda Aceh: Ikan nila dan ikan mujair merupakan dua jenis ikan air tawar yang sangat populer di Indonesia. Keduanya kerap dijumpai di pasar tradisional hingga rumah makan, namun tidak sedikit masyarakat yang masih keliru membedakan antara ikan nila dan mujair. Padahal, meski tampak serupa, kedua ikan ini memiliki sejumlah perbedaan yang cukup jelas jika diperhatikan dengan saksama.

Dicuplik melalalui laman Fiber Creme.com asal dan jenisnya perbedaan pertama bisa dilihat dari asal-usul kedua ikan ini. Ikan mujair merupakan spesies yang ditemukan pertama kali di Indonesia. Ikan ini pertama kali diperkenalkan dan dibudidayakan oleh Pak Mujair, seorang nelayan dari Blitar, Jawa Timur, sekitar tahun 1930-an. Nama penemunya inilah yang kemudian dijadikan nama ikan tersebut. Secara ilmiah, mujair tergolong dalam spesies Oreochromis mossambicus. Sementara ikan nila berasal dari Afrika Timur, dan masuk ke Indonesia beberapa dekade setelah mujair ditemukan. Nama latinnya adalah Oreochromis niloticus, yang artinya “ikan dari Sungai Nil.” Jadi, bisa dibilang ikan nila adalah “saudara jauh” mujair yang datang dari benua lain.

Perbedaan pertama dapat dilihat dari bentuk tubuh dan warna sisik. Ikan nila umumnya memiliki tubuh yang lebih besar dan tebal dengan warna keabu-abuan hingga kehitaman, serta garis-garis vertikal yang samar pada bagian tubuhnya. Sementara itu, ikan mujair cenderung berukuran lebih kecil, bertubuh lebih ramping, dan memiliki warna abu-abu kehitaman dengan garis belang yang terlihat lebih tegas.

Dari segi sirip dan ekor, ikan nila memiliki ujung sirip dan ekor yang relatif lebih runcing dan panjang. Adapun ikan mujair mempunyai sirip dan ekor yang lebih pendek dan membulat. Perbedaan ini sering luput dari perhatian karena sekilas bentuknya tampak mirip, terutama setelah ikan dibersihkan.

Habitat dan cara berkembang biak juga menjadi pembeda antara ikan nila dan mujair. Ikan nila dikenal lebih adaptif dan cepat berkembang biak di berbagai kondisi perairan, baik kolam, danau, maupun tambak. Sementara ikan mujair umumnya hidup di perairan tawar yang tenang dan memiliki pertumbuhan yang relatif lebih lambat dibandingkan ikan nila.

 

Rekomendasi Berita