REXKL Kuala Lumpur, Perpaduan Sejarah dan Kreativitas Modern
- 27 Sep 2025 13:03 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh : Di tengah riuhnya Chinatown Kuala Lumpur yang legendaris, berdiri sebuah ruang kreatif yang berhasil memadukan sejarah dengan sentuhan modern REXKL. Bangunan ini dulunya adalah bioskop bersejarah yang telah berdiri sejak tahun 1947, namun kini berevolusi menjadi pusat seni, budaya, dan gaya hidup yang memikat wisatawan lokal maupun mancanegara. Terletak di kawasan Petaling Street, REXKL menjadi destinasi wajib bagi mereka yang ingin merasakan sisi lain dari Kuala Lumpur yang penuh kreativitas.
Memasuki area REXKL, pengunjung langsung disambut oleh suasana industrial yang unik, dengan interior bata ekspos, dinding grafiti, dan tata cahaya hangat. Aneka kedai kopi, toko buku independen, serta ruang pameran seni menambah kesan dinamis di setiap sudutnya. “Saya sangat kagum dengan cara mereka menjaga elemen sejarah bangunan lama ini, tetapi tetap memberi sentuhan modern yang keren,” ungkap Syafiq, seorang mahasiswa asal Selangor, Malaysia, saat diwawancara RRI, Minggu, (7/9/2025).
Syafiq menambahkan bahwa tempat ini memberikan pengalaman berbeda dari pusat perbelanjaan konvensional. “Di sini saya bisa menikmati pameran seni, membeli buku langka, dan mencicipi kopi lokal dalam satu lokasi. Rasanya seperti menemukan permata tersembunyi di tengah keramaian Chinatown,” ujarnya sambil tersenyum. Bagi para pelancong muda, kombinasi sejarah dan seni kontemporer memang menjadi daya tarik tersendiri.
Selain ruang seni dan kedai kopi, REXKL juga dikenal sebagai pusat berbagai acara kreatif. Mulai dari pertunjukan musik, pemutaran film independen, hingga lokakarya kreatif rutin digelar di sini. Agenda yang beragam membuat pengunjung tak pernah bosan untuk kembali. “Saya senang bisa bertemu banyak seniman muda dan komunitas kreatif di sini. Tempat ini seperti rumah kedua bagi pecinta seni,” tutur Syafiq.
Lokasinya yang strategis di Petaling Street menambah kemudahan akses bagi wisatawan. REXKL hanya berjarak beberapa menit berjalan kaki dari Stasiun LRT Pasar Seni, sehingga memudahkan pengunjung untuk datang tanpa kendaraan pribadi. Kawasan sekitarnya yang penuh dengan kuliner khas Tionghoa dan toko suvenir menambah pengalaman wisata yang lengkap.
Bagi pemerintah kota Kuala Lumpur, keberadaan REXKL menjadi contoh sukses revitalisasi bangunan tua. Dengan mempertahankan struktur aslinya, REXKL tidak hanya melestarikan sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali perekonomian lokal melalui sektor pariwisata dan industri kreatif. Inovasi semacam ini diharapkan bisa menginspirasi kota-kota lain di Malaysia.
Menutup kunjungannya, Syafiq berharap REXKL dapat terus berkembang sebagai pusat seni dan budaya. “Saya berharap mereka terus menghadirkan program-program kreatif yang bisa menarik lebih banyak anak muda. Tempat ini punya potensi besar menjadi ikon seni Kuala Lumpur,” katanya penuh antusias.
Bagi para pelancong yang ingin merasakan gabungan unik antara sejarah, seni, dan gaya hidup modern, REXKL di Petaling Street adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Kehadirannya menjadi bukti bahwa ruang publik yang dirawat dengan baik dapat menjadi jantung kreativitas sebuah kota, sekaligus menjaga warisan masa lalu tetap hidup di tengah perkembangan zaman.