Jangan Langsung Disimpan! Ini Sebab Ketupat Wajib Digantung usai Dimasak

  • 04 Mar 2026 23:04 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Menggantung ketupat setelah direbus bukan sekadar kebiasaan turun-temurun. Cara ini ternyata memiliki alasan ilmiah sekaligus nilai filosofis yang telah dikenal luas di masyarakat Indonesia.

Secara teknis, ketupat yang telah matang mengandung kadar air cukup tinggi. Jika tidak ditiriskan dengan baik, sisa air akan mengendap di bagian bawah dan mempercepat proses pembusukan. Dengan cara digantung, air sisa perebusan dapat menetes sempurna sehingga ketupat menjadi lebih kering di bagian luar dan lebih tahan lama.

Melansir edukasi keamanan pangan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, makanan yang disimpan dalam kondisi lembap berisiko lebih cepat terkontaminasi mikroorganisme. Proses penirisan yang baik membantu menjaga kualitas dan keamanan pangan sebelum dikonsumsi.

Selain faktor kesehatan, menggantung ketupat juga membantu sirkulasi udara merata ke seluruh permukaan anyaman janur. Hal ini mencegah ketupat menjadi lembek atau berair di salah satu sisi.

Dari sisi budaya, ketupat memiliki makna simbolis dalam tradisi masyarakat Nusantara. Mengutip penjelasan budayawan yang dipublikasikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, ketupat kerap dimaknai sebagai simbol kebersihan hati dan pengakuan kesalahan. Proses menggantung setelah dimasak diartikan sebagai bentuk penyucian dan pengharapan agar manusia senantiasa memperbaiki diri.

Praktik menggantung ketupat biasanya dilakukan di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik dan terhindar dari paparan langsung sinar matahari. Ketupat yang ditiriskan dengan benar umumnya dapat bertahan lebih lama dibandingkan yang langsung disimpan dalam wadah tertutup.

Dengan demikian, tradisi menggantung ketupat bukan hanya bagian dari kebiasaan lama, tetapi juga memiliki dasar logis dalam menjaga kualitas makanan sekaligus menyimpan nilai filosofi yang mendalam.

Rekomendasi Berita