Mengenal Penyakit DBD yang Masih Mengancam Jiwa Manusia

  • 10 Mar 2026 09:52 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID Bandar Lampung - Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalaui gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus. Di Indonesia , termasuk Bandar Lampung, DBD masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang perlu diwaspadai, terutama saat musim penghujan dimana populasi nyamauk penularannya cenderung meningkat.

Diambil dari laman Kemenkes.go.id, bahwa Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) tengah mefinalisasi Rencana Aksi Nasional (RAN) Pengendalian Dengue periode 2026 -2029. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap tantangan urbanisasi dan perubahan iklim yang kian nyata, sekaligus upaya mengejar target global"Nol kematian akibat Dengue pada tahun 2030" (Zero Dengue Deaths by 2030).

Virus dengue memiliki empat tipe yang berbeda, dan infeksi satu tipe tidak memberikan kekebalan terhadap tipe lainnya. Nyamuk pembawa virus biasanya menggigit pada pagi dan sore hari. Setelah menggigit orang yang terinfeksi virus, nyamuk akan menjadi pembawa dan dapat menularkannya ke orang lain melalui gigitannya selama masa hidupnya.

Gejala DBD umumnya muncul 3-14 hari setelah terpapar virus, antara lain :

  1. Demam tinggi hingga 40’C yang berlangsung 2-7 hari.
  2. Sakit kepala hebat, terutama dibagian belakang bagian mata
  3. Nyeri otot, sendi, dan tulang
  4. Mjual dan muntah
  5. Ruam pada kulit

Pencegahan DBD tidak hanya bergantung pada satu langkah, melainkan kombinasi upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat :

  1. Gerakan 3M Plus : Menguras dan membersihkan tempat penampungan air setiap minggu, menutup rapat wadah penyimpanan air, mendaur ulang atau membuang barang bekas yang bisa menampung air, ditambah dengan penaburan larvasida, pemeliharaan ikan pemakan jentik, dan penanaman pengusir nyamuk
  2. Menjaga kebersihan lingkungan : Membersihkan sampah secara teratur dan gtidak menumpuk barang bekas di sekitar rumah.
  3. Melindungi diri dari gigitan nyamuk : Menggunakan kelambu saat tidur, memakai baju lengan panjang dan celana panjang, seeta menggunakan lotion abti nyamuk yang aman.
  4. Mendeteksi kasus dini : Segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala demam tinggi bersama dengan gejala lain yang khas DBD.

Terkait inovasi, pemerintah berkomitmen melanjutkan program nyamuk ber-Wolbachia yang saat ini berjalan di lima kota. Evaluasi dari wilayah ini akan menjadi sasaran untuk perluasan secara bertahap ke 20 hingga 100 kota di masa depan.

Sedangkan untuk vaksinasi, Kemenkes terus mendorong komitmen pemerintah daerah untuk mulai mengadopsi vaksin dengue secara mandiri di wilayah masing-masing. Penting untuk menyadari bahwa upaya pencegahan DBD adalah tanggung jawab bersama.

Semakin banyak masyarakat yang peduli dan aktif berpartisipasi, semakin kecil resiko penyebaran penyakit ini dilingkungan kita.

Rekomendasi Berita