Anak Muda Diajak Peduli Ginjal pada World Kidney Day
- 12 Mar 2026 14:55 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Peringatan World Kidney Day 2026 mengangkat tema Caring for People, Protecting the Planet. Tema ini menekankan pentingnya merawat kesehatan manusia sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Koordinator Wilayah Perhimpunan Nefrologi Indonesia Lampung, dr Lukman Pura, menilai kesadaran menjaga ginjal perlu dimulai sejak usia muda.
Menurut dokter Lukman, peringatan World Kidney Day telah berlangsung sejak 2006 sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan ginjal. Setiap tahun tema berubah menyesuaikan tantangan kesehatan global.
“Tema tahun ini mengingatkan kita merawat pasien ginjal sekaligus menjaga lingkungan. Kesehatan manusia dan keberlanjutan alam saling berkaitan,” ujarnya, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menjelaskan penyakit ginjal termasuk penyakit tidak menular yang jumlahnya terus meningkat. Data kesehatan menunjukkan prevalensi gangguan ginjal berkisar 0,18 hingga 0,43 persen dari populasi.
“Kasus gagal ginjal stadium lima yang membutuhkan cuci darah bisa mencapai sekitar 400 orang per satu juta penduduk dan angka ini terus meningkat,” kata dr Lukman.
dr Lukman menegaskan gejala awal gangguan ginjal sering tidak disadari karena terlihat ringan. Penderita biasanya hanya merasakan lemas, mual, atau tekanan darah tinggi yang dianggap sebagai gangguan biasa.
“Banyak pasien datang sudah stadium lanjut. Padahal sebelumnya hanya merasa lemas atau mual yang dikira sakit lambung,” ucapnya.
Gaya hidup juga berperan besar terhadap risiko penyakit ginjal. Pola makan tinggi gula dan garam, kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan konsumsi makanan instan meningkatkan risiko diabetes dan hipertensi sebagai penyebab utama gagal ginjal.
“Sedentary lifestyle, kurang bergerak, dan pola makan tidak sehat menjadi faktor risiko yang harus diwaspadai generasi muda,” katanya.
Selain gaya hidup, kondisi lingkungan juga memengaruhi kesehatan ginjal. Pencemaran air, udara, serta pengelolaan limbah yang buruk dapat mengancam kesehatan masyarakat.
“Jika lingkungan tidak dijaga, manusia akan kesulitan mendapatkan air bersih dan udara sehat. Dampaknya tidak hanya ke lingkungan, tetapi juga ke kesehatan tubuh termasuk ginjal,” ujar dr Lukman.
Ia mengingatkan pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menekan angka penyakit ginjal. Masyarakat dianjurkan aktif bergerak, menjaga berat badan, minum air cukup, menghindari rokok, serta rutin memeriksa tekanan darah dan fungsi ginjal.
“Prevention is better than cure. Dengan gaya hidup sehat, kita bisa mencegah atau memperlambat kerusakan ginjal,” ucap dr Lukman.
dr Lukman juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan untuk deteksi dini. Ia menilai akses konsultasi kini semakin mudah melalui puskesmas, dokter umum, maupun dokter spesialis.
“Jangan ragu bertanya kepada tenaga kesehatan. Kesadaran dan pengetahuan masyarakat menjadi kunci menjaga kesehatan ginjal,” katanya, menegaskan.