Benarkah Telur Tidak Boleh Didadar? Ini Penjelasan Ahli Gizi

  • 07 Mar 2026 13:18 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Telur menjadi salah satu bahan makanan yang paling sering dikonsumsi masyarakat karena mudah diolah dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Telur dapat dimasak dengan berbagai cara, mulai dari direbus, diceplok hingga didadar. Namun belakangan muncul anggapan di masyarakat yang menyebutkan bahwa telur sebaiknya tidak dimasak dengan cara didadar karena dinilai dapat mengurangi kandungan gizinya.

Lalu, benarkah telur tidak boleh dimasak dengan cara didadar?

Melansir dari Healthline, cara memasak telur memang dapat memengaruhi jumlah nutrisi yang terkandung di dalamnya. Telur yang dimasak pada suhu terlalu tinggi atau terlalu lama berpotensi mengalami penurunan beberapa nutrisi, terutama vitamin tertentu yang sensitif terhadap panas.

Meski demikian, metode memasak seperti menggoreng atau membuat telur dadar sebenarnya tetap aman dikonsumsi selama proses memasaknya tidak berlebihan. Suhu yang terlalu tinggi dan penggunaan minyak dalam jumlah banyak justru yang dapat memengaruhi kualitas nutrisi pada telur.

Selain itu, menurut penjelasan dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang juga mengandung vitamin B12, vitamin D, serta kolin yang penting bagi fungsi otak. Proses memasak justru membantu tubuh menyerap protein dalam telur dengan lebih baik dibandingkan telur mentah.

Para ahli juga menyarankan agar telur dimasak hingga matang untuk menghindari risiko bakteri seperti Salmonella. Cara memasak seperti merebus, membuat telur orak-arik, atau telur dadar tetap dapat menjadi pilihan yang sehat selama tidak menggunakan minyak berlebihan.

Dengan demikian, anggapan bahwa telur tidak boleh dimasak dengan cara didadar tidak sepenuhnya benar. Telur dadar tetap dapat menjadi pilihan menu yang bergizi, asalkan dimasak dengan cara yang tepat dan tidak menggunakan minyak secara berlebihan.

Rekomendasi Berita