Kuda Renggong, Denyut Budaya Sunda Bertahan Ditengah Modernisasi
- 26 Feb 2026 14:48 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kesenian Kuda Renggong tetap menjadi simbol penting dalam lanskap budaya Sunda, terutama di Sumedang. Seni pertunjukan tradisional ini menampilkan kuda yang dilatih secara khusus untuk bergerak selaras dengan irama gamelan, menghadirkan perpaduan kekuatan, estetika, dan disiplin yang tinggi.
Dikutip dari laman orami, kuda renggong lazim ditampilkan pada arak-arakan khitanan maupun berbagai perayaan rakyat. Kuda yang dihias ornamen warna-warni melangkah ritmis mengikuti alunan musik tradisional, sementara joki mengendalikan gerakan dengan presisi.
Pertunjukan tersebut bukan sekadar hiburan visual, melainkan wujud keterampilan pelatih dalam membangun komunikasi dan kepercayaan dengan hewan tunggangannya.
Bagi masyarakat setempat, Kuda Renggong telah lama menjadi simbol kebanggaan daerah. Di tengah pesatnya arus modernisasi dan dominasi hiburan digital, tradisi ini tetap bertahan sebagai identitas kultural yang hidup.
| Baca juga: Wayang Mulai Menghadapi Ancaman Kepunahan |
Keberadaannya merepresentasikan relasi erat antara seni pertunjukan rakyat dan nilai-nilai agraris masyarakat Sunda yang menjunjung harmoni dengan alam.
Meski demikian, pelestarian Kuda Renggong menghadapi sejumlah tantangan.
Regenerasi pelatih, tingginya biaya perawatan kuda, serta perubahan preferensi hiburan masyarakat menjadi persoalan yang perlu diatasi.
Berbagai kelompok seni dan tokoh adat terus berupaya menjaga kesinambungan tradisi melalui festival budaya, pembinaan komunitas, dan pelibatan generasi muda.
Kuda Renggong tidak hanya berfungsi sebagai pertunjukan tradisional, tetapi juga mencerminkan ketahanan budaya lokal.
Selama ruang ekspresi bagi seni rakyat tetap terjaga, tradisi ini diyakini akan terus bergerak mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan akar nilai yang diwariskan turun-temurun.