Rakicak, Kuliner Khas Garut Cocok untuk Takjil

  • 28 Feb 2026 17:35 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Keunikan Ramadhan di Indonesia tentu tidak lepas dari keanekaragaman kuliner yang kental akan kedaerahan. Menu dengan cita rasa manis akan menjadi pilihan saat berbuka puasa sebagai takjil, salah satunya adalah Rakicak

Mungkin belum banyak yang tahu bahwa di Sunda memiliki kuliner khas yang unik dan lezat yang bernama Rakicak. Rakicak adalah kudapan manis tradisional Sunda yang terbuat dari olahan uli atau nasi ketan, disajikan dengan campuran kelapa parut dan kinca (gula merah cair/unti).

Makanan ini bercita rasa legit, kenyal, dan manis, sering dijadikan menu takjil atau camilan khas berbuka puasa. Rakicak adalah makanan yang menggunakan bahan utama dari Tepung Ketan yang pembuatannya yang tidak jauh berbeda dengan pola menanak nasi sehari-hari di rumah.

Selain beras ketan, bahan lainnya adalah serutan kelapa, gula merah dan gula putih, hingga santan kental yang diperoleh dari kelapa tua siap panen. Bahan ketan yang sudah dibersihkan, kemudian masukan dalam tungku pemasak untuk mendapatkan bahan yang diharapkan.

Setelah kering, kemudian tumbuk hingga rata agar mendapatkan adonan yang diharapkan. Jangan lupa siapkan adonan campuran gula aren, gula putih, dan parutan kelapa segar sebagai kuah kental bahan rakicak yang sudah disiapkan.

Dengan campuran bahan seperti itu, alangkah lebih baik makanan yang satu ini lebih enak jika disajikan dalam keadaan hangat. Selain mendapatkan sensasi kuah manis gula aren dan kepala, kondisi hangat akan menambah citra Rakicak saat disantap.

Rakicak berasal dari daerah Garut, jadi Bagi Anda yang kebetulan melintasi Garut, Jawa Barat, saat puasa Ramadan tiba, tidak ada salahnya berhenti sejenak untuk berbuka shaum sambil menikmati kuliner khas Sunda yang satu ini. Satu porsi Rakicak biasa dijual dengan harga Rp. 5.000 per satu porsi dan Rakicak masih tetap di produksi hingga saat ini terutama saat Ramadan tiba, merupakan alasan utama tetap bertahan di tengah gempuran makanan instan di masyarakat.

Rekomendasi Berita