Ucing Sumput Permainan Tradisional yang Menghilang

  • 02 Mar 2026 09:37 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung : Ucing Sumput merupakan permainan tradisional khas Sunda yang telah dimainkan turun-temurun oleh anak-anak di berbagai daerah Jawa Barat. Permainan ini dikenal luas sebagai bentuk lokal dari petak umpet yang mengandalkan kecepatan, strategi, dan kekompakan.

Dikutip dari laman id.wikipedia.org, Senin 2 maret 2026. Secara bahasa, “ucing” berarti kucing dan “sumput” berarti bersembunyi dalam bahasa Sunda. Istilah tersebut menggambarkan peran satu pemain yang bertugas mencari teman-temannya yang bersembunyi.

Asal usul kaulinan ini diperkirakan sudah ada sejak lama sebagai bagian dari budaya kaulinan barudak atau permainan anak tradisional. Permainan ini berkembang secara alami di lingkungan perkampungan tanpa aturan tertulis.

Pada masa lalu, ucing sumput dimainkan saat sore hari selepas anak-anak membantu orang tua. Area bermain biasanya di halaman rumah, kebun, atau lapangan terbuka.



Permainan dimulai dengan hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi “ucing”. Pemain yang terpilih harus menutup mata dan menghitung sementara yang lain mencari tempat persembunyian.

Nilai kebersamaan dan sportivitas menjadi bagian penting dalam permainan ini. Anak-anak belajar kejujuran, kerja sama, serta keberanian melalui aktivitas sederhana tersebut.

Seiring perkembangan zaman dan hadirnya permainan digital, popularitas ucing sumput sempat menurun. Namun berbagai komunitas budaya kini kembali mengenalkannya dalam kegiatan festival kaulinan tradisional.

Keberadaan ucing sumput menjadi bagian dari warisan budaya tak benda masyarakat Sunda. Pelestarian permainan ini diharapkan mampu menjaga identitas budaya sekaligus mempererat interaksi sosial generasi muda.

Rekomendasi Berita