Lahir dari Tahun 1950 - an, Tarian yang Terinspirasi dari Keindahan Alam

  • 09 Mar 2026 06:41 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Tari Merak merupakan salah satu tarian tradisional dari Jawa Barat yang terkenal dengan gerakannya yang anggun dan kostum menyerupai burung merak. Tarian ini menggambarkan keindahan serta perilaku burung merak jantan ketika memikat merak betina.

Dilansir dari Disbudpar.bandung.go.id, Senin 9 maret 2026. Asal usul Tari Merak bermula pada tahun 1950-an ketika para seniman Sunda mulai mengembangkan tarian yang terinspirasi dari keindahan alam. Burung merak yang terkenal dengan bulunya yang indah menjadi sumber ide utama dalam penciptaan tarian ini.

Tari Merak kemudian dikenal luas setelah dikreasikan oleh koreografer Sunda bernama Raden Tjetje Somantri. Ia menciptakan gerakan-gerakan yang meniru tingkah laku burung merak seperti membuka ekor dan berjalan dengan anggun.

Perkembangan Tari Merak semakin pesat setelah disempurnakan oleh seniman tari Sunda lainnya, yaitu Irawati Durban Ardjo. Ia memperbarui koreografi dan kostum sehingga tampil lebih dinamis serta menarik untuk pertunjukan panggung.



Gerakan dalam Tari Merak banyak menonjolkan keluwesan tangan, kepala, dan langkah kaki yang menggambarkan burung merak saat memamerkan keindahan bulunya. Kostum penari yang berwarna cerah dengan sayap menyerupai ekor merak menjadi daya tarik utama dalam tarian ini.

Tarian ini biasanya diiringi musik gamelan Sunda yang ritmis dan lembut. Perpaduan gerakan tari dan musik tradisional menciptakan pertunjukan yang memikat serta sarat makna budaya.

Seiring waktu, Tari Merak sering dipentaskan dalam berbagai acara budaya, penyambutan tamu penting, hingga festival seni. Keindahan gerakan dan kostumnya menjadikan tarian ini salah satu ikon seni pertunjukan dari Jawa Barat.

Hingga kini, Tari Merak terus dilestarikan oleh para seniman dan generasi muda sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Tarian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol keindahan alam dan kreativitas masyarakat Sunda.
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita