Teknik Pangan, Inovasi Pangan Lokal lewat “Feed You!”

  • 10 Mar 2026 21:25 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Inovasi pangan berbasis komoditas lokal kembali ditunjukkan mahasiswa Program Studi Teknik Pangan Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui pameran produk bertajuk "FEED You! Food Engineering Exhibition Day: Yielding Optimal Utilization". Kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi mahasiswa dalam merancang produk pangan yang kreatif, fungsional, dan berbasis teknologi.

Pameran tersebut merupakan bagian dari mata kuliah PG4103 Perancangan Produk Pangan dan menghadirkan berbagai prototipe produk hasil pengembangan mahasiswa. Tidak hanya menonjolkan cita rasa, setiap produk juga dirancang dengan mempertimbangkan nilai gizi, keberlanjutan bahan baku, serta potensi pengembangan industri.

Salah satu sorotan utama dalam pameran ini adalah kelompok Bloom Corp yang meraih predikat sebagai Juara Favorit. Tim tersebut mengembangkan produk cheesecake berbahan baku fungsional ubi ungu dan tape singkong, dua komoditas lokal yang banyak tersedia di Jawa Barat.

Pemanfaatan bahan tersebut dilakukan sebagai upaya optimalisasi pangan lokal sekaligus peningkatan nilai tambah komoditas daerah. Produk ini menunjukkan bahwa bahan tradisional dapat diolah menjadi sajian modern dengan pendekatan teknologi pangan yang tepat.

Anasya, salah seorang anggota tim Bloom Corp, menceritakan tantangan di balik proses pembuatannya. "Tantangan terbesar kami adalah menentukan formulasi yang pas untuk adonan cheesecake tersebut," ungkapnya dalam keterangannya, Selasa 10 Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa tim harus bekerja keras memastikan rasa ubi ungu dan tape singkong dapat bersatu secara harmonis sehingga tetap nikmat dan dapat diterima oleh lidah konsumen. Kemenangan sebagai juara favorit menjadi momen paling berkesan bagi tim karena produk mereka terpilih langsung oleh para pengunjung sebagai tenan dan produk favorit di acara tersebut.

Antusiasme pameran ini juga dirasakan oleh mahasiswa yang hadir sebagai peserta, salah satunya Khiren, mahasiswa Teknik Pangan angkatan 2023. Menurutnya, kegiatan ini membuka perspektif baru mengenai luasnya ruang inovasi di bidang teknologi pangan. "Acara ini benar-benar membuka mata saya tentang kekuatan inovasi pangan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan," ujar Khiren.

Ia menyoroti salah satu produk yang dinilainya sangat inovatif, yakni keju nabati dari Silkeez berbahan dasar kembang kol. Produk tersebut dinilai berhasil mengolah sayuran yang sering kurang diminati menjadi produk dengan permintaan tinggi seperti keju. Selain meningkatkan nilai tambah komoditas sayuran, pendekatan ini juga berpotensi menjadi solusi alternatif untuk pemenuhan gizi melalui produk berbasis nabati.

Rekomendasi Berita