Narcissistic Personality Disorder dan Dampaknya pada Kehidupan Sosial
- 12 Mar 2026 09:54 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Narcissistic Personality Disorder (NPD) merupakan gangguan kepribadian yang ditandai dengan rasa percaya diri yang berlebihan, kebutuhan akan pujian, serta kurangnya empati terhadap orang lain. Kondisi ini tidak sekadar sifat percaya diri yang tinggi, tetapi merupakan gangguan psikologis yang dapat memengaruhi hubungan sosial, pekerjaan, hingga kehidupan pribadi seseorang.
Menurut penjelasan dari American Psychiatric Association, NPD termasuk dalam kelompok gangguan kepribadian yang ditandai dengan pola perilaku yang menetap dan memengaruhi cara seseorang berpikir serta berinteraksi dengan lingkungan. Gangguan ini biasanya mulai terlihat pada masa dewasa awal dan dapat berkembang dalam berbagai konteks kehidupan.
Data dari National Institute of Mental Health menunjukkan bahwa prevalensi Narcissistic Personality Disorder diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 1 persen dari populasi umum. Meski tergolong tidak terlalu umum, dampaknya terhadap hubungan interpersonal sering kali cukup signifikan karena penderita cenderung merasa dirinya lebih unggul dibanding orang lain.
Seseorang dengan NPD umumnya memiliki kebutuhan besar untuk mendapatkan pengakuan dan perhatian dari lingkungan sekitarnya. Mereka juga sering menunjukkan perilaku merasa paling benar, sulit menerima kritik, serta kurang mampu memahami perasaan orang lain.
Menurut informasi kesehatan dari Mayo Clinic, individu dengan gangguan ini sering kali memiliki citra diri yang tampak kuat di luar, namun sebenarnya rentan terhadap rasa tidak aman yang tersembunyi. Kondisi tersebut dapat memicu reaksi emosional yang kuat ketika mereka merasa dikritik atau tidak dihargai.
Gangguan ini juga dapat memengaruhi hubungan sosial karena sikap dominan dan kecenderungan memanfaatkan orang lain demi kepentingan pribadi. Dalam jangka panjang, perilaku tersebut dapat menyebabkan konflik dalam hubungan keluarga, pertemanan, maupun lingkungan kerja.
Para ahli kesehatan mental menekankan bahwa NPD tetap dapat ditangani melalui terapi psikologis, terutama psikoterapi jangka panjang yang membantu individu memahami pola pikir dan perilakunya. Masyarakat juga diimbau untuk lebih memahami kondisi kesehatan mental ini agar dapat memberikan dukungan yang tepat kepada individu yang membutuhkan bantuan profesional.