Dampak Ketergantungan Emosional pada Kesehatan Mental Remaja

  • 12 Mar 2026 10:17 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Ketergantungan emosional menjadi perhatian serius dalam kajian kesehatan mental karena dinilai dapat memengaruhi stabilitas psikologis seseorang, terutama dalam hubungan interpersonal. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini tidak sekadar persoalan perasaan, tetapi berkaitan langsung dengan tingkat kecemasan, harga diri, hingga risiko depresi.

Studi yang dipublikasikan oleh peneliti di UIN Ar-Raniry menemukan bahwa individu dengan ketergantungan emosional tinggi cenderung memiliki rasa takut berlebihan terhadap penolakan dan kehilangan. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa kebutuhan akan validasi yang terus-menerus dapat memicu tekanan psikologis berkepanjangan.

Temuan serupa dipublikasikan dalam jurnal Behavioral Sciences oleh MDPI yang mengaitkan ketergantungan emosional dengan dinamika hubungan yang tidak seimbang. Dalam laporan itu dijelaskan bahwa individu yang terlalu bergantung secara emosional lebih rentan mengalami manipulasi atau hubungan yang bersifat toksik.

Sementara itu, kajian ilmiah yang terindeks di ScienceDirect menunjukkan adanya korelasi signifikan antara ketergantungan emosional dan rendahnya self-esteem. Peneliti menegaskan bahwa ketika nilai diri ditentukan oleh orang lain, individu menjadi lebih mudah mengalami kecemasan saat hubungan menghadapi konflik.

Secara teoritis, konsep ini dapat dijelaskan melalui Attachment Theory yang dikembangkan oleh John Bowlby. Dalam bukunya Attachment and Loss, Bowlby menjelaskan bahwa pola kelekatan yang tidak aman pada masa kanak-kanak dapat memengaruhi pola hubungan saat dewasa, termasuk munculnya kecenderungan bergantung secara emosional kepada orang lain.

Penelitian kesehatan mental yang diterbitkan oleh penerbit ilmiah global Elsevier juga mencatat bahwa ketergantungan emosional berhubungan dengan peningkatan gejala depresi dan gangguan kecemasan. Temuan ini sejalan dengan kajian dalam buku Handbook of Attachment: Theory, Research, and Clinical Applications yang menyebutkan bahwa hubungan interpersonal yang tidak sehat dapat memperburuk kondisi psikologis individu.

Para ahli menekankan bahwa ketergantungan emosional bukanlah kondisi yang tidak dapat diatasi. Melalui intervensi psikologis seperti terapi kognitif-perilaku dan peningkatan kesadaran diri, individu dapat membangun kemandirian emosional serta menciptakan hubungan yang lebih sehat dan seimbang.

Rekomendasi Berita