Kenali Tanda - Tanda Gangguan Ginjal sejak Dini

  • 12 Mar 2026 22:02 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung- Ginjal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Ketika fungsi ginjal terganggu, maka dapat meningkatkan risiko kesehatan.

Penyakit ginjal yang berkembang menjadi kronis atau gagal ginjal sangat sulit ditangani. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri ginjal bermasalah sedini mungkin agar ginjal selalu sehat dan mendapatkan penanganan segera jika ternyata ginjal bermasalah.

Ciri-ciri ginjal bermasalah

Penyakit ginjal seringkali tidak disadari oleh pengidapnya dan baru diketahui ketika gejala sudah mulai memburuk. Oleh karena itu, Anda tidak boleh mengabaikan gejalanya meskipun masih dalam tahap ringan. Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini adalah beberapa ciri-ciri ginjal bermasalah yang tidak boleh diabaikan:

1. Kulit gatal dan kering

Gejala paling sederhana yang akan muncul pada orang yang terindikasi mengalami masalah ginjal adalah bagian kulit terasa gatal dan kering. Rasa gatal pada kulit terjadi karena tumpukan urea dalam darah cukup tinggi. Hal ini terjadi karena ginjal tidak dapat mengeluarkan racun dan menumpuk di dalam darah sehingga bisa menyebabkan ruam atau membuat seluruh tubuh terasa gatal. Seiring waktu, ginjal mungkin tidak mampu menyeimbangkan mineral dan nutrisi dalam tubuh yang dapat menyebabkan penyakit mineral dan tulang yang dapat membuat kulit terasa kering dan gatal.

2. Urin mengandung darah

Urin yang mengandung darah terjadi akibat ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik menyaring darah sehingga menyebabkan darah ikut masuk dalam cairan urin. Namun, tidak semua urin yang mengandung darah berarti masalah ginjal atau gagal ginjal.

Urin yang mengandung darah juga bisa terjadi ketika Anda mengonsumsi asam jengkolat berlebih. Penyebabnya karena kristal dari asam jengkolat tersebut melukai dinding kantung kemih sehingga urine bercampur darah, dan biasanya berwarna pink terang.

3. Urin berbusa

Anda bisa melihat ciri-ciri ginjal bermasalah dari adanya kandungan busa dalam urin. Ketika ginjal rusak dan mengalami kesulitan untuk menyaring darah, ginjal akan ikut melepas protein dari dalam darah untuk dibuang bersama racun dan kotoran melalui urin. Akibatnya, urin akan mengandung busa yang terlihat seperti telur yang sudah dikocok. Hal ini karena protein yang ditemukan pada urin umumnya adalah protein albumin, protein yang sama dengan yang ditemukan pada telur.

4. Frekuensi buang air kecil meningkat

Bukan hanya urin yang keruh, mengandung darah dan berbusa. Ginjal bermasalah juga bisa ditandai dengan frekuensi buang air kecil yang meningkat, terutama ketika malam hari. Meski frekuensi meningkat, volume urine yang dikeluarkan cenderung sedikit. Selain karena gangguan ginjal, keadaan ini juga dicurigai sebagai gejala diabetes melitus.

5. Pembengkakan pada anggota tubuh

Gejala penyakit ginjal yang cukup kronis bisa terlihat dari terjadinya pembengkakan di beberapa bagian tubuh seperti wajah, mata, tungkai kaki, dan lainnya. Hal tersebut terjadi karena tumpukan natrium yang tidak bisa dibuang karena ginjal bermasalah. Selain terjadinya pembengkakan, gejala lain juga bisa terjadi seperti kram otot. Ketidakseimbangan elektrolit dan mineral yang mengganggu fungsi ginjal membuat kadar kalsium dan fosfor dalam tubuh akan menjadi tidak terkontrol dan menyebabkan kram otot.

6. Lebih cepat lelah dan kurang berenergi

Cepat lelah dan tidak berenergi termasuk ciri-ciri ginjal bermasalah yang perlu diwaspadai. Ginjal yang rusak akan kehilangan kemampuan untuk membuang racun dan kotoran dari dalam tubuh melalui urin sehingga menyebabkan racun dan kotoran menumpuk di darah.

Hal ini akan mempengaruhi aliran darah ke otak sehingga menyebabkan Anda merasa mudah lelah dan sulit berkonsentrasi. Komplikasi lain dari ginjal yang bermasalah adalah anemia atau kekurangan sel darah merah yang dapat menyebabkan tubuh merasa lesu dan lelah.

7. Kualitas tidur yang buruk

Sebuah studi menunjukkan adanya keterkaitan antara sleep apnea dengan penyakit ginjal kronis. Kondisi tersebut seiring waktu dapat merusak organ dan menimbulkan gagal ginjal. Pasalnya, sleep apnea dapat melukai ginjal secara sebagian dengan menghambat asupan oksigen yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, penyakit gagal ginjal kronis juga dapat menyebabkan sleep apnea dan mempersempit tenggorokan, serta menimbulkan penumpukan racun pada tubuh.

8. Perut kembung

Gangguan ginjal juga ditandai dengan perut kembung. Kondisi ini biasanya akan berlangsung lama dan disertai sesak napas serta kedinginan meski berada di ruangan yang hangat. Ginjal bermasalah juga bisa menyebabkan perut tidak nyaman sehingga bisa menurunkan nafsu makan.

9. Nafsu makan berkurang

Meski penurunan nafsu makan bukan menjadi gejala khas penyakit ginjal, namun penumpukan racun karena terganggunya fungsi ginjal juga dapat menjadi penyebab dari nafsu makan yang buruk. Nafsu makan akibat penyakit ginjal biasanya terjadi dalam jangka waktu lama tanpa ada sebab yang pasti.

10. Sesak napas

Saat menderita penyakit ginjal, organ tubuh tidak menghasilkan cukup hormon yang disebut eritropoietin yang memberi sinyal pada tubuh untuk membuat sel darah merah. Tanpa eritropoetin, Anda bisa terkena anemia dan sesak napas.

Cara mengatasi ginjal yang bermasalah

Cara efektif mengatasi penyakit ginjal stadium awal adalah dengan memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan tepat. Di sisi lain, akan lebih baik bagi penderita penyakit ginjal untuk mengimbangi pengobatan medis dengan menerapkan pola hidup sehat agar proses pemulihan dapat berjalan optimal.

Rekomendasi Berita