Jojorong, Manis dan Legit, Cocok untuk Berbuka

  • 28 Feb 2026 15:53 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Bulan Ramadan selalu identik dengan beragam hidangan khas daerah yang hadir saat waktu berbuka puasa. Ada satu makanan khas Sunda yang memiliki rasa manis dan tekstur yang lembut, yaitu Jojorong.

Jojorong menjadi salah satu takjil tradisional yang masih bertahan hingga kini, terutama di daerah Banten dan beberapa daerah lainnya di Jawa Barat. Jojorong berbahan dasar tepung beras dan santan yang diberi saus gula merah cair dibagian bawahnya.

Jojorong biasa disajikan dalam wadah daun pisang berbentuk mangkuk kecil, sehingga menambah aroma khas alami saat disantap. Teksturnya yang lembut dan kenyal, mirip bubur padat, dengan perpaduan rasa gurih dari santan dan manis legit dari gula merah.

Di wilayah Banten, hidangan ini sering dijumpai di pasar tradisional terutama menjelang waktu berbuka puasa selama Ramadhan. Ciri khas Jojorong antara lain adalah disajikan dalam daun pisang yang dibentuk seperti mangkuk.

Lapisan bawah berupa gula merah cair, lapisan atas berupa adonan tepung beras dan santan, aroma harum daun pisang yang khas penggunaannya bukan hanya sebagai wadah, tetapi juga memberi cita rasa dan aroma yang menambah kenikmatan.

Jojorong banyak disajikan saat Ramadhan karena rasanya yang manis dan lembut cocok untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Kandungan gula merah memberikan asupan energi dengan cepat, sementara santan memberikan rasa gurih yang menyeimbangkan.

Selain itu, Jojorong termasuk makanan yang ringan di perut sehingga cocok dijadikan takjil sebelum menyantap hidangan utama. Melestarikan Kuliner Tradisional Di tengah maraknya makanan modern, keberadaan Jojorong menjadi bagian penting dari kekayaan kuliner Nusantara.

Rekomendasi Berita