Cilok Goreng. Inovasi Jajanan Diburu saat Ramadhan

  • 28 Feb 2026 19:20 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Kota Bandung memang tidak pernah kehabisan cerita soal kuliner. Beragam makanan khas hingga jajanan kekinian terus bermunculan dan selalu berhasil menarik perhatian masyarakat. Terlebih di bulan Ramadan seperti sekarang, suasana sore hari menjelang berbuka puasa dipenuhi para pedagang yang menjajakan aneka hidangan takjil di berbagai sudut kota.

Di antara banyaknya pilihan menu berbuka, ada satu jajanan yang cukup mencuri perhatian, yakni cilok goreng. Jika biasanya cilok dikenal sebagai makanan berbahan dasar tepung tapioka yang direbus atau dikukus dan disajikan dengan bumbu kacang, kini hadir inovasi berbeda dengan cara pengolahan digoreng.

Cilok goreng menawarkan sensasi rasa dan tekstur yang tidak biasa. Bagian luar yang renyah berpadu dengan bagian dalam yang kenyal menciptakan cita rasa gurih yang khas. Tambahan bumbu sederhana seperti bubuk cabai, saus, atau taburan penyedap membuat jajanan ini semakin nikmat disantap sebagai menu pembuka puasa.

Salah seorang pembeli, Parman, mengaku dirinya sangat menyukai cilok goreng karena rasanya yang lezat dan gurih.

“Rasanya beda dari cilok biasa. Kalau ini lebih renyah di luar, tapi tetap kenyal di dalam. Bumbunya juga sederhana, tapi justru itu yang bikin unik,” ujar Parman, Sabtu (28/2/2026).

Menurutnya, para pedagang juga cukup kreatif dalam memasarkan dagangannya. Perubahan nama menjadi “cilok goreng” dinilai mampu menarik rasa penasaran pembeli. Nama tersebut terdengar unik dan berbeda dari cilok pada umumnya, sehingga banyak orang terdorong untuk mencoba.

“Untuk menarik perhatian para pecinta cilok, pedagang mengubah namanya jadi cilok goreng supaya terdengar lebih unik dan orang penasaran untuk membeli,” tambahnya.

Tak hanya digemari anak-anak, cilok goreng juga diminati remaja hingga orang dewasa. Setiap sore, lapak-lapak penjual cilok goreng kerap dipadati pembeli, baik laki-laki maupun perempuan, yang ingin mencicipi sensasi jajanan ini sebagai teman berbuka.

Selain rasanya yang khas, harga yang terjangkau menjadi daya tarik tersendiri. Dengan uang belasan ribu rupiah, pembeli sudah bisa menikmati satu porsi cilok goreng yang mengenyangkan. Faktor inilah yang membuat jajanan tersebut tetap diminati di tengah banyaknya pilihan kuliner modern.

Fenomena cilok goreng menjadi bukti bahwa kreativitas dalam mengolah makanan tradisional mampu menghadirkan sesuatu yang baru tanpa meninggalkan akar budaya kuliner lokal. Di tengah maraknya makanan kekinian, inovasi sederhana seperti ini justru memperkuat identitas Bandung sebagai surga jajanan yang tak pernah kehilangan daya tariknya.

Rekomendasi Berita