Walikota Bandung Soroti Tingkat Stres Warga dan Perkuat Upaya Pencegahannya
- 10 Mar 2026 11:13 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengaku prihatin atas maraknya peristiwa bunuh diri yang terjadi di Kota Bandung dalam beberapa waktu terakhir. Ia menilai fenomena tersebut menjadi tanda bahwa tingkat stres dan depresi yang dialami masyarakat kota ini sudah tidak bisa lagi diabaikan.
Menurut Farhan, dalam beberapa bulan terakhir hampir setiap pekan terdapat laporan warga yang mencoba melakukan bunuh diri. Salah satu lokasi yang kerap menjadi tempat percobaan bunuh diri adalah Jembatan Pasupati, yang menjadi perhatian khusus pemerintah daerah.
“Fenomena bunuh diri di Kota Bandung ini menunjukkan bahwa tingkat stres dan depresi warga sudah tidak bisa dianggap sepele. Terbukti hampir setiap pekan selalu ada saja orang yang berusaha bunuh diri di Bandung, khususnya di Jembatan Pasupati. Ini sangat mengkhawatirkan,” ujar Farhan, Selasa 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan, upaya pencegahan sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah melalui Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan di wilayah Bandung Wetan. Patroli dilakukan setiap hari untuk memantau kawasan yang rawan dijadikan lokasi percobaan bunuh diri.
Namun demikian, Farhan mengakui patroli tersebut belum sepenuhnya mampu mencegah seluruh kejadian. Dalam beberapa kasus, masih ditemukan warga yang mencoba mengakhiri hidupnya di lokasi tersebut, sehingga kondisi ini dinilai sangat berbahaya dan memerlukan penanganan yang lebih komprehensif.
Lebih lanjut, Farhan menjelaskan bahwa tindakan bunuh diri umumnya tidak terjadi secara spontan. Menurutnya, seseorang yang melakukan percobaan bunuh diri biasanya telah mengalami tekanan psikologis atau depresi berat dalam jangka waktu lama, bahkan bisa berlangsung hingga dua tahun.
“Artinya, yang harus kita lakukan adalah bagaimana penanganannya sejak awal. Masalah gangguan kejiwaan pada warga Kota Bandung harus kita tangani bersama-sama,” katanya.
Pemerintah Kota Bandung juga telah melakukan survei mengenai kondisi kesehatan mental di lingkungan sekolah. Hasilnya menunjukkan sekitar 75 ribu siswa dari jenjang SD hingga SMA di Kota Bandung mengalami berbagai tingkat tekanan psikologis, mulai dari stres ringan hingga depresi berat.
Temuan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Untuk memperkuat penanganan kesehatan mental, Pemkot Bandung saat ini menunggu program dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang akan menempatkan psikolog klinis di sejumlah puskesmas.
Melalui program tersebut, masyarakat nantinya dapat mengakses layanan konseling psikologis secara lebih mudah di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Selain memberikan layanan kepada masyarakat, para psikolog juga akan berperan dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik di sekolah.
“Di puskesmas nanti akan ada layanan psikologis. Pada saat bersamaan, para psikolog tersebut juga akan melatih guru bimbingan konseling agar memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi murid-murid yang mengalami gangguan psikologis sejak dini,” jelasnya.
Selain pendekatan layanan kesehatan mental, pemerintah juga mempertimbangkan langkah pencegahan dari sisi infrastruktur. Salah satu usulan yang sedang dibahas adalah pemasangan alat pengaman di beberapa flyover, termasuk di kawasan Jembatan Pasupati, serta pemasangan kamera pengawas atau CCTV.
Meski demikian, Farhan menilai pemasangan pengaman di jembatan tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Ia khawatir jika pengaman hanya ditinggikan, masih ada kemungkinan orang dapat memanjatnya.
“Saya juga khawatir kalau pengaman hanya ditinggikan tetap saja bisa dipanjat. Jadi memang harus dipikirkan matang-matang. Misalnya memasang jaring di bawahnya juga tidak semudah itu karena jaring harus cukup kuat untuk menahan orang,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai skenario pencegahan masih perlu dikaji secara mendalam. Bahkan, kemungkinan tindakan lain seperti membenturkan diri ke struktur jembatan sebelum mencapai jaring pengaman juga menjadi pertimbangan dalam perencanaan pengamanan.
Karena itu, Pemkot Bandung berencana berkoordinasi lebih lanjut dengan berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian dan pemerintah pusat, guna merumuskan langkah yang paling efektif dalam mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
“Kami perlu berdiskusi bersama berbagai pihak untuk mencari solusi terbaik. Tujuan kami jelas, bagaimana caranya agar Jembatan Pasupati tidak dikenal sebagai tempat orang melakukan bunuh diri,” tandasnya.