Wikimedia Banjar Lestarikan Bahasa Daerah lewat Literasi Digital

  • 28 Feb 2026 08:14 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Wikimedia Banjar merupakan salah satu komunitas pelestari bahasa dan budaya Banjar yang berkontribusi dalam penulisan ensiklopedia digital Wikipedia dalam bahasa Banjar. Komunitas ini juga menjadi mitra lokal Wikimedia Indonesia dalam pengembangan literasi digital dan budaya.

Komunitas Wikimedia Banjar berpusat di Banjarmasin dengan anggota yang tersebar di Pelaihari, Pagatan, Tanjung, Amuntai, dan beberapa wilayah lain di Kalimantan Selatan. Selain menulis ensiklopedia digital, komunitas ini rutin mengadakan rapat bulanan daring serta kopi darat sebagai ruang diskusi para kontributor.

Hal tersebut disampaikan anggota Wikimedia Banjar, Bayu, saat dialog Community Talk di RRI Pro 2 Banjarmasin, Kamis, 26 Februari 2026. Ia menjelaskan bahwa selain menulis ensiklopedia digital, komunitas juga aktif mengembangkan literasi bahasa Banjar.

Menurut Bayu, pelestarian bahasa dan budaya Banjar menjadi tujuan utama komunitas Wikimedia Banjar. Ia berharap bahasa dan budaya lokal tetap terjaga melalui kontribusi literasi digital masyarakat.

“Berawal dari keresahan terhadap bahasa Banjar yang mulai terlupakan, saya tertarik mencari padanan kata dalam bahasa Banjar yang masih jarang diketahui,” ujarnya.

Saat ini Wikimedia Banjar mengelola tiga proyek wiki, dengan fokus utama pada Wikipedia Bahasa Banjar. Mereka menyunting artikel dari Wikipedia Bahasa Indonesia ke dalam bahasa Banjar, sekaligus mengelola Wikikamus sebagai kamus terjemahan bahasa Banjar.

Selain itu, komunitas ini juga mengelola Wikipapadah sebagai wadah penyimpanan kutipan dan sastra lisan Banjar. Proyek tersebut menjadi upaya menjaga dokumentasi budaya lokal agar tetap dapat diakses generasi berikutnya.

Martini berharap masyarakat Banjarmasin ikut melestarikan bahasa Banjar dengan bergabung dalam komunitas. Ia menilai semakin banyak partisipasi masyarakat akan semakin memperkuat upaya pelestarian bahasa dan budaya lokal.

“Semakin banyak yang bergabung, semakin banyak yang bisa dikembangkan melalui tulisan, foto, dokumentasi, maupun karya fiksi,” ujarnya menutup dialog.

Rekomendasi Berita