BNNP Kalsel Ingatkan Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda
- 07 Mar 2026 08:32 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kesadaran generasi muda untuk menjauhi narkoba menjadi kunci penting dalam meraih prestasi. Hal tersebut disampaikan dalam dialog Bareng Pro 2: Stop Narkoba, Judol, Korupsi di RRI Pro2 Banjarmasin, Kamis, 5 Maret 2026.
Penyuluh Narkoba Ahli Muda Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Selatan, Pergiwati Pristina Kusuma, menjelaskan bahwa kecanduan narkoba dapat memengaruhi cara kerja otak. Menurutnya, ketergantungan tersebut bahkan dapat berkembang menjadi penyakit kronis yang membuat seseorang kembali pada perilaku lama.
“Dalam konteks narkoba, adiksi bisa menjadi penyakit otak kronis yang membuat seseorang berpotensi relapse atau kembali menggunakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketika seseorang telah mengalami kecanduan, keputusan yang diambil sering kali tidak lagi didorong oleh kesadaran penuh. Kondisi tersebut dipengaruhi perubahan pada sistem kerja otak akibat penggunaan zat adiktif.
Pergiwati menjelaskan, secara alami manusia mencari hal-hal yang menyenangkan untuk merangsang produksi hormon dopamin. Namun, jika kesenangan itu diperoleh melalui narkoba, tubuh dapat mengalami lonjakan dopamin yang berlebihan.
“Kalau kesenangan itu didapat dari obat-obatan, maka tubuh akan mengalami banjir dopamin,” ucapnya. “Awalnya mungkin sukarela, tetapi setelah beberapa kali mencoba, otak akan mulai menuntut sensasi yang sama.”
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi tersebut dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam memproduksi dopamin secara alami. Akibatnya, seseorang menjadi semakin bergantung pada zat tertentu dan kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk dalam meraih prestasi.
Selain itu, generasi muda juga diminta lebih waspada terhadap penyalahgunaan obat yang sering dianggap sepele. Pergiwati mencontohkan beberapa jenis obat, termasuk obat batuk, kerap disalahgunakan apabila tidak digunakan sesuai aturan.
“Anak muda perlu memiliki selfregulation, berani berkata tidak terhadap narkoba, serta membangun relasi yang positif agar dapat meraih prestasi tanpa harus mendekati narkoba,” ujarnya.