Kasus Campak Nihil, Dinkes Banjarmasin Waspadai Penularan saat Mudik

  • 11 Mar 2026 22:42 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin - Hingga saat ini penyebaran virus campak di Kota Banjarmasin dipastikan masih tergolong aman dan nihil kasus positif. Hasil tersebut didapatkan setelah Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin melakukan uji laboratorium terhadap sepuluh orang suspek dan menunjukkan hasil negatif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjarmasin, drg. Emma Ariesnawati menjelaskan, pemeriksaan intensif terus dilakukan untuk memantau potensi penularan. Hal ini dilakukan mengingat penyebaran virus campak yang dapat terjadi dengan sangat cepat.

"Setelah sepuluh suspek, saat ini kita masih menunggu juga hasil dari lima sampel susulan," ujarnya saat ditemui Rabu, 11 Maret 2026.

Meski kondisi saat ini terkendali, drg. Emma memastikan pihaknya akan terus meningkatkan kewaspadaan di lapangan. Langkah ini diambil guna mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat saat arus mudik lebaran yang datang dari berbagai daerah.

"Khawatirnya pergerakan masyarakat ini banyak dan kalau kita tidak waspada bisa jadi virus ini terbawa dari luar," katanya.

Masyarakat pun diminta untuk mengenali gejala awal penyakit ini guna mencegah keterlambatan penanganan. Beberapa gejala klinis yang harus diwaspadai di antaranya adalah demam tinggi, batuk, pilek, serta munculnya bintik merah pada tubuh.

Tingginya potensi risiko penularan ini turut menyita perhatian para orang tua, mengingat anak-anak menjadi kelompok yang rentan tertular. Salah seorang warga, Fahri mengaku, kini ia harus meningkatkan pengawasan demi menjaga kesehatan sang anak.

"Kekhawatiran itu ada karena anak kami masih kecil, jadi pastinya sekarang fokus menjaga pola hidup bersih dan sehat," ucapnya.

Sebelumnya, Dinkes Banjarmasin telah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan campak. Instruksi tersebut diterbitkan agar seluruh fasilitas kesehatan dapat memberikan penanganan cepat bagi pasien terindikasi dan masyarakat lebih aktif melaporkan jika ada temuan kasus.

Rekomendasi Berita