Hidupkan Ikon Banua, Pemko Revitalisasi Pasar Terapung Kuin
- 26 Jul 2025 09:32 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Pemerintah Kota Banjarmasin tengah menggagas langkah serius untuk menghidupkan kembali salah satu ikon budaya sungai yang telah melegenda, Pasar Terapung Kuin Alalak. Tak sekadar jadi tempat jual beli, pasar terapung ini digadang-gadang bakal kembali menjadi wajah asli Banjarmasin yang unik dan otentik di mata wisatawan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Fitriah, menyebut meskipun belum diatur resmi sebagai objek wisata, aktivitas perdagangan oleh para Acil pedagang perahu masih tetap berlangsung setiap hari di kawasan Kuin Alalak. “Tapi memang belum diatur secara resmi sebagai objek wisata,” katanya.
Saat ini, aktivitas wisata pasar terapung lebih terpusat di Dermaga Siring Piere Tendean, yang rutin digelar setiap akhir pekan. Namun, Fitriah menegaskan bahwa potensi Kuin Alalak jauh lebih kuat secara kultural, karena lekat dengan sejarah panjang kehidupan sungai di Banjarmasin.
“Kita ingin para wisatawan yang datang ke Banjarmasin bisa menikmati pengalaman otentik pasar terapung. Hal ini dilakukan agar mereka tidak harus pergi ke kabupaten tetangga,” ujarnya.
Menurut Fitriah, pasar terapung bukan sekadar destinasi, tapi juga sarana pelestarian budaya sungai yang telah mengakar selama berabad-abad dan menjadi identitas kota berjuluk Kota Seribu Sungai ini. “Karena pasar terapung selain ikon juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis lokal,” ucapnya.
Sebagai bagian dari upaya revitalisasi, Pemerintah Kota telah menyiapkan sejumlah strategi. Mulai dari penataan kawasan, promosi terpadu, hingga pelibatan aktif masyarakat lokal agar pasar terapung Kuin Alalak benar-benar hidup kembali. Bukan hanya sebagai tempat berjualan, tetapi juga sebagai atraksi wisata budaya yang membanggakan.