Lampion Hiasi Vihara Sukhavati jelang Imlek

  • 14 Feb 2026 12:38 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Vihara Sukhavati di Gang Mangga Dua Dalam, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Serang, Kota Serang, mulai berbenah menjelang Tahun Baru Imlek yang jatuh pada, Senin, 17 Februari 2026. Lampion merah terpasang di halaman dan ruang utama sebagai penanda datangnya pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa.

Sekretariat Vihara Sukhavati, Heri Subroto, menyampaikan rangkaian perayaan berlangsung selama dua pekan, dimulai pada malam tahun baru hingga Cap Go Meh. Lampion menjadi bagian awal dari persiapan yang dilakukan umat setiap tahun. “Kegiatan pertama yang pasti pasang lampion. Itu memang tradisinya Imlek,” ujarnya, Minggu, 14 Februari 2026.

Umat juga dapat berpartisipasi sebagai donatur dengan mencantumkan nama pada lampion yang digantung di area vihara. Selain itu, pelita penerangan dipasang di altar dan dinyalakan sejak malam Imlek hingga malam Cap Go Meh. “Pelita itu menyala dari Imlek sampai Cap Go Meh. Cap Go Meh itu malam penutup, pas bulan sudah bulat penuh,” kata Heri.

Ia menjelaskan, perayaan Imlek mengikuti siklus bulan. Puncak rangkaian ditandai bulan purnama sebagai simbol berakhirnya perayaan. Tahun ini memasuki Tahun Kuda dalam siklus dua belas shio.

Ibadah malam Imlek dilaksanakan tepat pukul 00.00 WIB bersama umat. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur dan harapan di tahun baru. Untuk anak-anak dan remaja sekolah minggu, kegiatan digelar pada hari Minggu, termasuk pembagian angpau. Umat dewasa mengikuti puja bakti rutin setiap Jumat.

Jumlah umat dewasa yang aktif berkisar 40 hingga 50 orang, sedangkan anak-anak dan remaja sekitar 50 hingga 60 orang. Menjelang Imlek, kehadiran biasanya meningkat. “Anak-anak biasanya ramai karena tahu ada bagi angpau,” ujarnya.

Pada hari Imlek, suasana vihara tidak selalu padat. Banyak umat memilih berkumpul bersama keluarga di rumah. “Kalau hari H, kebanyakan kumpul keluarga. Jadi malamnya saja ke vihara,” kata Heri.

Selain ibadah, kegiatan sosial turut digelar berupa pembagian sembako kepada warga sekitar. Pengurus dan pemuda vihara turun langsung menyalurkan bantuan.

Vihara Sukhavati juga ambil bagian dalam kirab lintas agama yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Serang pada 15 Februari di kawasan Royal. Perwakilan vihara akan bergabung bersama peserta lain dalam kegiatan tersebut. “Kita ikut gabung saja, bawa perwakilan vihara. Kalau barongsai sudah ada yang keluarkan,” ujarnya.

Untuk perayaan besar seperti Waisak atau Kathina, ruang atas vihara dapat menampung lebih dari 100 orang, termasuk umat dari Cilegon dan Rangkasbitung. Pada kegiatan rutin, jumlah kehadiran berkisar 30 hingga 40 orang.

Rangkaian Imlek di Vihara Sukhavati menjadi momen ibadah sekaligus kebersamaan umat dan warga sekitar yang terjalin dari tahun ke tahun.

Rekomendasi Berita