Sering Bleaching Rambut, Ini Risikonya
- 27 Jan 2026 15:52 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Proses bleaching pada rambut kerap menjadi pilihan sebagai tahap awal untuk mewarnai rambut. Namun tahukah Anda, kebiasaan melakukan bleaching terlalu sering dapat menimbulkan berbagai dampak buruk pada rambut.
Pemilik salon kecantikan asal Kabupaten Serang, Wanda Purnamasari, menjelaskan proses bleaching bekerja dengan menghilangkan pigmen alami pada rambut dengan membuka kutikula rambut. Proses menghilangkan pigmen alami yang berulang dengan waktu yang singkat dapat merusak struktur rambut secara permanen. Inilah yang menyebabkan bleaching dapat merusak rambut jika dilakukan terlalu sering.
“Kalau kebanyakan di-bleaching, rambut jadi cenderung kering, rapuh, mudah patah, dan rontok. Ketika keseringan bleaching, rambut jadi nggak lembab,” ujar Wanda saat ditemui di salonnya yang berada di kawasan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Senin, 26 Januari 2026.
Tidak hanya menyebabkan rambut kering, bleaching yang terlalu sering juga berpotensi memicu iritasi pada kulit kepala. Kandungan bahan kimia yang ada di produk bleaching seperti hidrogen peroksida dan ammonia berisiko menimbulkan rasa perih, gatal, hingga luka pada kulit kepala.
Wanda menambahkan, rambut yang kering dan rusak akibat bleaching akan membuat rambut menjadi mengembang karena rambut sudah kehilangan elastisitasnya. Kondisi ini membuat rambut menjadi susah diatur meski menggunakan produk perawatan tambahan.
“Rambut yang sudah rusak karena di-bleaching pasti bakalan susah untuk kembali seperti semula, perawatan dengan hair mask atau vitamin juga cuma membantu tampilan luarnya saja,” ucapnya.
Untuk meminimalkan risiko kerusakan rambut akibat bleaching, Wanda menyarankan untuk memberi jeda waktu antara satu proses bleaching dengan proses berikutnya. Idealnya, bleaching perlu dilakukan oleh tenaga profesional dengan perawatan intensif.
“Apabila rambut sebelumnya sudah pernah rusak akibat diwarnai, smoothing, atau rebonding, sebaiknya hindari bleaching dan proses pewarnaan. Fokus untuk pulihkan kesehatan rambut, daripada rambut jadi rusak parah,” katanya.