Hindari Jejak Digital Negatif dengan Bijak Bermedia Sosial

  • 03 Mar 2026 12:46 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Fenomena konten viral yang menyeret nama program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) beberapa waktu lalu, menjadi pengingat kuat tentang dampak jejak digital. Hal tersebut disampaikan oleh Praktisi IT sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Alkhairiyah Didda Rayahu, saat berbincang bersama Programa RRI Banten, Selasa, 3 Maret 2026.

Ia mengatakan, satu unggahan dapat berdampak luas, bukan hanya bagi individu, tetapi juga komunitas dan institusi terkait. Ia menegaskan, setiap konten yang dipublikasikan akan meninggalkan jejak permanen.

“Sekecil apapun kesalahan kita di dalam bermedia sosial atau berkomentar itu akan sangat fatal sekali,” ujarnya.

Menurutnya, dalam kasus viral tersebut, permintaan maaf dan klarifikasi menjadi langkah bijak yang seharusnya dilakukan.

“Meskipun tidak salah, meminta maaf itu harus. Apalagi kalau jelas itu salah,” ujarnya.

Didda juga menyoroti kecenderungan konten negatif lebih cepat viral dibanding konten edukatif. Hal ini membuat pengguna harus ekstra hati-hati dalam membuat maupun menanggapi unggahan. Ia mengingatkan generasi muda dan para konten kreator agar menjadikan edukasi sebagai tujuan utama.

“Kalau niatnya mengedukasi, berikan tips atau informasi yang bermanfaat, bukan statement yang negatif,” ucapnya.

Menurutnya, reputasi dapat runtuh hanya karena satu unggahan yang tidak dipikirkan matang-matang. Karena itu, kontrol diri menjadi kunci agar tidak terjebak dalam dampak sosial yang merugikan.

Rekomendasi Berita