Lebak Perkuat Gerakan Cegah Stunting

  • 26 Feb 2026 22:23 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak, memperkuat Gerakan Cegah Stunting guna memastikan tumbuh kembang anak di daerah itu berjalan optimal. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, dr Firman Rahmatullah, mengatakan gerakan tersebut juga mendukung visi pembangunan nasional jangka panjang. “Gerakan Cegah Stunting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak di wilayah ini, sekaligus mendukung Indonesia Emas 2045,” kata Firman di di Rangkasbitung, Kamis 26 Februari 2026.

Pemerintah Kabupaten Lebak saat ini mengoptimalkan sosialisasi promosi kesehatan kepada masyarakat. Salah satu fokus utamanya adalah edukasi terkait penanganan stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis. Menurut Firman, kegiatan Gerakan Cegah Stunting akan dilaksanakan di 28 kecamatan di Kabupaten Lebak. Beberapa di antaranya dilaksanakan di Rangkasbitung dan Curugbitung.

Selain Gerakan Cegah Stunting, Dinas Kesehatan juga menggulirkan program Gerakan Ibu Hamil Sehat (GIHS) serta Gerakan Cegah Anemia (GCA) di sekolah-sekolah. Program GCA dilakukan melalui skrining anemia dengan pemeriksaan kadar hemoglobin dalam darah peserta didik. Selain itu, pemerintah juga memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk meningkatkan asupan gizi anak. “Bila peserta didik itu positif anemia maka ditangani puskesmas setempat dan dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.

Firman menjelaskan, penanganan stunting kini dilakukan melalui intervensi spesifik dengan pedoman baru berdasarkan ketentuan (Kemenkes) mengenai tata laksana balita bermasalah gizi.

Penanganan tersebut dilaksanakan di rumah sakit oleh dokter spesialis anak. Selain itu, dokter spesialis anak bersama dokter spesialis kandungan dan kebidanan turut melakukan pendampingan terhadap ibu dan balita.

Mereka juga memberikan resep susu pangan olahan untuk keperluan medis khusus (PKMK) bagi balita yang membutuhkan penanganan khusus terkait masalah gizi.

“Kegiatan itu dalam upaya pencegahan stunting sehingga dilakukan sosialisasi edukasi dan pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal di posyandu dan penanganan kesehatan anak,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, jumlah balita yang dilaporkan positif stunting di Kabupaten Lebak tercatat sebanyak 4.124 anak atau 5,66 persen dari total sasaran balita 105.230 anak berdasarkan pendataan by name by address. Sementara itu, hasil penimbangan per 29 Januari 2026 mencatat sebanyak 72.888 balita telah menjalani pengukuran.

Firman menegaskan, untuk membebaskan Lebak dari stunting diperlukan kolaborasi semua pihak melalui intervensi spesifik dan sensitif. “Kita optimistis Lebak bisa terbebas stunting jika semua pihak berkolaborasi untuk penanganan pencegahan stunting itu,” katanya.

Rekomendasi Berita