Pengawasan Produk Hewan Diperketat Selama Ramadhan

  • 04 Mar 2026 19:57 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Tim Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak, melaksanakan pengawasan peredaran produk hewan di wilayah Kecamatan Malimping , Rabu, 4 Maret 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan selama bulan suci Ramadhan. Pengawasan menyasar berbagai produk hewan yang beredar di pasaran, mulai dari daging ayam, daging sapi, daging kerbau hingga daging beku.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen di Kabupaten Lebak. Tim melakukan pemeriksaan secara menyeluruh melalui uji organoleptik langsung di lapangan. Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan warna, aroma, tekstur, serta kondisi fisik produk hewan yang dijual para pedagang.

Selain pemeriksaan fisik, petugas juga memverifikasi dokumen asal produk hewan. Hal ini bertujuan memastikan legalitas dan ketertelusuran produk yang beredar di masyarakat.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak, Hanik Malichatin, mengatakan bahwa pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen menjaga kualitas pangan selama Ramadhan.

“Kami melakukan uji organoleptik secara langsung untuk memastikan daging yang beredar memenuhi standar kelayakan konsumsi. Warna harus segar, aroma tidak menyimpang, tekstur kenyal, dan kondisi fisik dalam keadaan baik,” ujar Hanik.

Dari hasil pengawasan tersebut, tidak ditemukan adanya penyimpangan mutu secara organoleptik pada produk hewan yang dijual. Produk yang diperiksa dinyatakan masih dalam kondisi layak konsumsi. Menurut Hanik, hasil ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, karena produk hewan yang beredar masih memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

“Alhamdulillah, sejauh ini tidak ditemukan pelanggaran mutu. Ini menunjukkan para pelaku usaha sudah semakin sadar akan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan produk,” kata dia.

Meski demikian, ia menegaskan pengawasan tidak akan berhenti sampai di sini. Menjelang , intensitas pengawasan akan terus ditingkatkan. Peningkatan pengawasan dilakukan karena permintaan produk hewan biasanya melonjak menjelang hari raya.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko peredaran produk yang tidak memenuhi standar jika tidak diawasi secara ketat. “Kami akan terus turun ke lapangan untuk memastikan seluruh produk hewan yang beredar tetap memenuhi prinsip ASUH. Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi komitmen kami dalam melindungi kesehatan masyarakat,” ucap Hanik.

Ia juga mengimbau para pedagang untuk tetap menjaga kualitas produk dan memperhatikan cara penyimpanan agar tidak terjadi penurunan mutu. Kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha dinilai sangat penting.

Dengan pengawasan yang konsisten, diharapkan masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap keamanan pangan.

Rekomendasi Berita