Disparbud Evaluasi Wisata Pandeglang, Pusat Oleh-oleh Jadi Prioritas

  • 24 Jan 2026 14:59 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Keberhasilan menembus angka kunjungan 2,4 juta wisatawan pada tahun 2025 menyisakan pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Fokus utama evaluasi tahun ini adalah ketiadaan pusat oleh-oleh yang representatif bagi para pelancong.ucapnya

Wisatawan seringkali kesulitan mencari sentra kerajinan dan kuliner lokal yang terkonsentrasi di satu titik. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Diaparbud) Kabupaten Pandeglang, Rahmat Zultika mengatakan saat ini pola belanja wisatawan di Pandeglang masih bersifat sporadis. Para pedagang lokal umumnya menawarkan dagangan secara langsung dengan cara menjajakan kepada pengunjung di lokasi wisata.

Kondisi ini dinilainya kurang efektif dalam mendorong pengeluaran wisatawan (tourist spending) yang lebih besar bagi pendapatan daerah. "Banyak wisatawan bertanya di mana pusat oleh-oleh Pandeglang. Ini menjadi satu PR besar kami bagaimana mengarahkan wisatawan ke tempat yang terkonsentrasi," kata Rahmat, Sabtu 24 Januari 2026.

Rahmat menekankan pentingnya membangun ekosistem di mana wisatawan tidak perlu lagi ditawarkan produk secara asongan. Dengan adanya sentral oleh-oleh ia berharap mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus martabat produk lokal.

Rahmat menilai optimalisasi promosi digital melalui media sosial dan website resmi GoPandeglang sebenarnya telah membantu memperluas jangkauan pasar. Namun, kekuatan branding tersebut harus diimbangi dengan fasilitas pendukung yang lengkap di lapangan, termasuk sentra ekonomi kreatif.

"Kedepan, tata kelola destinasi terus kita tingkatkan. Wisatawan harus merasa diakui dan dilayani dengan fasilitas yang lengkap, termasuk pusat oleh-oleh tersebut," ucapnya.

Rekomendasi Berita