Strategi Disparbud Pandeglang Bangun Travel Pattern Desa Wisata
- 25 Jan 2026 13:16 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap 17 desa wisata yang ada di wilayahnya. Langkah ini diambil guna memetakan status desa mulai dari kategori pemula, berkembang, maju, hingga mandiri.
Dari evaluasi tersebut, pemerintah daerah menargetkan minimal lima desa wisata mampu beroperasi secara maksimal dan profesional.
Kepala Disparbud Pandeglang, Rahmat Zultika menjelaskan, fokus utama evaluasi ini adalah menanamkan pola pikir pengelolaan wisata yang benar kepada para pengelola di tingkat desa. Penajaman status desa wisata ini sangat krusial agar pembangunan pariwisata tidak hanya berpusat pada destinasi induk yang sudah mapan.
Baca juga: Disparbud Pandeglang Kembangkan 17 Desa Wisata
"Kami berharap dari 326 desa, paling tidak ada lima desa wisata yang jalan. Jika sudah ada lima, itu akan muncul yang menghubungkan desa-desa wisata dengan wisata induk," ujar Rahmat, Minggu, 25 Januari 2026.
Rahmat memproyeksikan kehadiran lima desa wisata mandiri ini akan memicu terbentuknya travel pattern atau pola perjalanan wisatawan yang terintegrasi. Dengan pola ini, destinasi utama seperti Tanjung Lesung dapat berfungsi sebagai wisata induk yang memiliki satelit desa-desa wisata di sekitarnya, seperti Desa Patinggi atau Desa Citeureup.
Baca juga: Disparbud Pandeglang Latih Pengelola Desa Wisata
Disparbud mencatat saat ini baru terdapat tiga desa wisata yang sudah bisa dikategorikan mandiri dan menjadi perhatian khusus karena memiliki aktivitas dominan, yakni Desa Bandung di Kecamatan Banjar, Desa Sukarame di Kecamatan Carita, dan Desa Patinggi di Kecamatan Cigeulis.
Ketiga desa ini dinilai telah memiliki keunggulan kompetitif, mulai dari pengenalan Ikan Mas Sinyonya, edukasi terumbu karang, hingga wisata edukasi mangrove. Meskipun potensi desa wisata cukup besar, Rahmat mengakui tantangan terbesar masih terletak pada konsistensi aktivitas dan kesiapan sumber daya manusia di tingkat bawah.
Baca juga: Hanya Tiga Desa Wisata di Kabupaten Pandeglang yang Dinilai Maju
"Kami akan bangun ini pelan-pelan. Di awal kita evaluasi dulu 17 desa yang ada bagaimana kedudukan mereka sekarang ini," ucapnya.
Rahmat menegaskan upaya pengembangan pariwisata di tingkat desa kini diselaraskan dengan program Asta Cita terkait pembangunan dari bawah. Langkah ini dinilainya menjadi bagian dari strategi nasional untuk memastikan pemerataan ekonomi tidak lagi berpusat di perkotaan.
"Melainkan tumbuh dari akar rumput melalui pemberdayaan masyarakat lokal serta optimalisasi aset desa," kata dia.