Target Wisatawan Pandeglang 2026 Dipatok 2,5 Juta Wisatawan
- 25 Jan 2026 13:21 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang menetapkan target kunjungan wisatawan tahun 2026 sebesar 2.500.000 orang. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan target tahun sebelumnya yang berada di kisaran 2,4 juta wisatawan.
Kepala Disparbud Pandeglang, Rahmat Zultika memprediksi, segmen pasar pada tahun ini tidak akan mengalami perubahan signifikan. Wisata pantai diperkirakan tetap mendominasi kunjungan karena sudah memiliki pangsa pasar tetap dari wilayah penyangga seperti Bogor dan Tangerang.
Baca juga: Kunjungan Wisatawan Pandeglang 2025 Lampaui Target
"Saya pikir segmennya masih sama, pantai menjadi tujuan utama. Karena memang sudah ada langganan, orang dari Bogor dan Tangerang rutin ke sini membawa rombongan seratus hingga dua ratus orang," ucap Rahmat, Minggu 25 Januari 2026.
Menurut Rahmat, dominasi pantai sebagai "wisata lama" membuat pola perjalanan wisatawan di wilayah pesisir Pandeglang sudah terbentuk secara alami selama puluhan tahun. Hal ini berbanding terbalik dengan wilayah lain di Pandeglang yang pola wisatawannya belum terbentuk kuat.
Namun baginya ketergantungan pada satu segmen ini menjadi perhatian pemerintah daerah agar kunjungan tetap stabil di tengah ketidakpastian cuaca.
Baca juga: Wisatawan ke CAS Cikole Selama Libur Nataru Menurun
Disparbud mencatat, kondisi alam dan cuaca sangat berdampak pada minat berkunjung bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Pantai pandeglang.
Ia berharap pertumbuhan destinasi non-pantai mampu memecah konsentrasi massa pada musim libur panjang. Walau, secara statistik, kontribusi wisata buatan masih jauh di bawah capaian wisata alam pantai.
"Wilayah yang lain memang belum terbentuk pola wisatawannya, masih baru karena pantai ini wisata lama yang sudah sangat dikenal," kata Rahmat.
Baca juga: BMKG Imbau Wisatawan Waspadai Gelombang Tinggi di Pesisir Banten
Guna mencapai target 2,5 juta kunjungan, pembenahan tata kelola destinasi terus dilakukan agar kenyamanan pengunjung terjaga. Disparbud menyadari pentingnya menjaga loyalitas wisatawan lama sembari membuka peluang pasar baru melalui promosi desa wisata.
"Fokus pelayanan ditekankan pada kemudahan akses dan keamanan bagi rombongan wisatawan skala besar," ujar dia.