Polibatam Terima Kunjungan CSIS Bahas Ketahanan Ekonomi Batam
- 11 Mar 2026 19:35 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Politeknik Negeri Batam (Polibatam) menerima kunjungan dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia pada 9 Maret 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya CSIS dalam memperkaya kajian strategis terkait kebijakan ekonomi, ketergantungan komoditas, serta pengalaman daerah dalam menghadapi dinamika perekonomian global.
Dalam diskusi yang berlangsung, tim CSIS Indonesia ingin mendengarkan secara langsung pengalaman serta pandangan dari Batam mengenai kondisi perekonomian daerah. Pembahasan mencakup berbagai isu strategis, mulai dari ketergantungan terhadap komoditas mitra dagang hingga tantangan rantai pasok yang berdampak pada sektor industri.
Salah satu topik penting yang turut dibahas adalah strategic dependencies, yaitu ketergantungan strategis suatu wilayah terhadap mitra atau komoditas tertentu. Berdasarkan hasil kajian yang dipaparkan, sektor pangan dalam negeri dinilai memiliki peluang untuk diperkuat, sementara ekspor nikel Indonesia masih terkonsentrasi pada pasar Tiongkok.
Direktur Polibatam, Bambang Hendrawan, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa perubahan kompetisi global menuntut peningkatan kebutuhan tenaga teknisi yang kompeten. Menurutnya, industri saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang mampu mengoperasikan mesin, tetapi juga SDM yang memiliki kemampuan mengelola serta mengendalikan mesin secara optimal.
Ia juga menegaskan bahwa Batam sebagai kawasan free trade zone masih memiliki ketergantungan terhadap impor, khususnya untuk mendukung sektor industri manufaktur. Tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas industri itu sendiri, tetapi juga pada kelancaran pasokan, termasuk distribusi logistik melalui jalur laut.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa industri manufaktur di Batam saat ini sebagian besar masih ditopang oleh bahan baku impor. Meski demikian, Batam terus didorong untuk memperkuat posisinya dalam rantai industri global. Salah satu upaya yang tengah dipromosikan adalah kerja sama di bidang manufaktur semikonduktor yang kini menjadi sektor strategis bagi perkembangan industri masa depan.
Melalui diskusi ini, diharapkan dapat tercipta pertukaran gagasan yang konstruktif antara dunia akademik dan lembaga riset strategis guna memperkuat kebijakan ekonomi serta daya saing industri nasional.