Maqam Habib Noh Kembali Dibuka Usai Renovasi
- 12 Jan 2026 20:10 WIB
- Batam
KBRN, Batam: Situs bersejarah Maqam Habib Noh di Singapura resmi dibuka kembali sepenuhnya untuk pengunjung mulai 12 Januari setelah menjalani proses renovasi besar selama satu setengah tahun. Makam berusia sekitar 160 tahun ini merupakan salah satu warisan Islam penting di Singapura dan menjadi tujuan ziarah umat Muslim dari berbagai negara.
Maqam Habib Noh terletak di samping Masjid Haji Muhammad Salleh, Palmer Road. Setelah renovasi, bangunan mausoleum kini tampil dengan kubah baru berhias kaligrafi Islam, dinding yang dicat ulang, serta struktur bangunan yang diperkuat. Tangga bersejarah yang telah berusia lebih dari satu abad juga diperkuat demi keselamatan pengunjung, tanpa menghilangkan karakter aslinya.
Pekerjaan renovasi meliputi pemugaran fasad, pemasangan sistem kedap air, perbaikan ruang depan dan belakang makam, serta peningkatan struktur tangga samping. Tangga utama dengan 49 anak tangga yang dirancang pada 1894 dan dibangun pada 1895–1896 tetap dipertahankan keasliannya dan tidak mengalami perubahan bentuk.
Habib Noh Al-Habsyi dikenal sebagai seorang ulama sufi keturunan Nabi Muhammad SAW yang menetap di Singapura pada masa awal kolonial Inggris. Dikenal karena spiritualitas dan kasih sayangnya, Habib Noh wafat pada 1866 dan dimakamkan di Mount Palmer, tempat ia kerap melakukan perenungan mendalam. Mausoleum kemudian dibangun pada 1890 oleh dermawan Syed Mohamed Syed Ahmad Alsagoff.
Ketua Masjid Haji Muhammad Salleh, Khalid Mohamad, menyampaikan bahwa proyek renovasi senilai sekitar 2 juta dolar Singapura tersebut sepenuhnya didanai oleh para donatur dan sponsor. Renovasi besar terakhir dilakukan pada 1986–1987, dan seiring waktu, faktor usia menyebabkan kerusakan pada kubah serta tangga makam.
“Kami menghadapi tantangan utama dalam pembangunan kubah, sehingga mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri,” ujar Khalid. Ia menegaskan komitmen pengelola untuk memastikan setiap aspek renovasi dilakukan secara teliti dan aman demi kenyamanan pengunjung.
Selain pembaruan fisik, pengelola juga berencana menerbitkan buku sejarah yang mengulas Habib Noh, Habib Abdul Rahman, serta kawasan masjid dan lingkungan sekitarnya. Buku ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman generasi muda terhadap warisan Islam di Singapura.
Pelaksana Tugas Menteri Urusan Muslim Singapura, Faishal Ibrahim, menyebut selesainya renovasi ini sebagai simbol persatuan dan kepedulian komunitas. Ia mengapresiasi para donatur yang telah berkontribusi dalam pelestarian warisan Islam agar terus menginspirasi generasi mendatang.
Maqam Habib Noh setiap harinya dikunjungi sekitar 150 orang dan menarik ribuan peziarah saat peringatan haul Habib Noh. Dengan renovasi ini serta akses yang semakin mudah berkat kehadiran Stasiun MRT Shenton Way, situs bersejarah tersebut diharapkan semakin ramah dan menarik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara.