Wajah Baru Batam Kini Jadi Destinasi Wisata Kebugaran
- 28 Jan 2026 11:41 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, BATAM – Jika dulu wisatawan datang ke Batam hanya untuk berburu parfum murah, tas branded, atau sekadar transit sebelum menyeberang ke Singapura, kini wajah kota industri ini perlahan berubah. Di balik hiruk-pikuk pelabuhan feri dan deru mesin pabrik, Batam tengah menggeliat menjadi destinasi baru bagi para pencari ketenangan dan kesehatan fisik.
Fenomena ini terlihat jelas di kawasan pusat kota seperti Batam Centre dan Nagoya. Bukan hanya pusat perbelanjaan yang ramai, namun pusat kebugaran, studio yoga, hingga layanan wellness spa kini menjadi primadona baru.
"Healing" Lewat Keringat dan Relaksasi
Pergeseran gaya hidup ini tidak hanya didorong oleh wisatawan mancanegara, tetapi juga kesadaran warga lokal yang meningkat pasca-pandemi. Dataran Engku Putri, misalnya, kini tak pernah sepi. Sejak matahari belum terbit sempurna, ratusan warga sudah memadati area ini untuk jogging, senam zumba, atau sekadar berjalan santai menikmati udara pagi.
"Dulu ke sini cuma kalau ada acara konser atau bazar. Sekarang hampir tiap akhir pekan wajib lari pagi. Udaranya segar, dan melihat banyak orang olahraga jadi semangat tersendiri," ujar Rina, seorang karyawan swasta yang rutin berolahraga di kawasan tersebut.
Tak hanya olahraga fisik, tren wellness tourism atau wisata kebugaran juga menjadi daya tarik utama. Batam yang dikenal dengan ratusan gerai spa-nya, kini mulai menawarkan paket perawatan yang lebih holistik. Bukan sekadar pijat relaksasi, banyak tempat kini menawarkan terapi aroma, hot stone, hingga perawatan tradisional berbasis rempah Indonesia yang diklaim mampu meredakan stres (burnout) akibat pekerjaan.
Kuliner Sehat Mulai Menjamur
Perubahan ini juga merembet ke piring makan. Jika sebelumnya kuliner Batam didominasi oleh seafood dan makanan cepat saji, kini kedai-kedai yang menawarkan salad wrap, smoothie bowls, dan katering diet sehat mulai bermunculan di sudut-sudut kota.
Para pelaku usaha kuliner di Batam tampaknya tanggap membaca pasar. Mereka menyadari bahwa 'sehat' kini bukan lagi sekadar kebutuhan medis, melainkan gaya hidup yang trendy.
Dengan infrastruktur yang terus dibenahi—trotoar yang makin lebar dan ramah pejalan kaki di kawasan Nagoya hingga jalur sepeda yang mulai tertata—Batam seolah ingin membuktikan diri. Bahwa di tengah kesibukan sebagai kota industri dan pintu gerbang internasional, ia tetap menyisakan ruang bagi warganya untuk bernapas, bergerak, dan hidup lebih sehat.
Bagi Batam, kesehatan kini adalah "barang mewah" baru yang ternyata bisa dinikmati oleh siapa saja.