Rasman Manafi Harap Festival Pulau Makassar Kembali Terselenggara

  • 31 Jan 2025 14:31 WIB
  •  Baubau

KBRN, Baubau: Pj Wali Kota Baubau, Muh Rasman Manafi, turut hadir dalam kegiatan Musrenbang Kelurahan Sukanayo, Kecamatan Kokalukuna, Kamis (30/1/2025). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata dan budaya, khususnya di Pulau Makassar (Puma), salah satu destinasi ikonik di Kota Baubau.

Rasman menyoroti bahwa festival Pulau Makassar yang rutin diselenggarakan beberapa tahun lalu kini telah terhenti. Festival yang dulunya menjadi ajang yang dinantikan oleh banyak pihak, kini seakan terlupakan.

Rasman Manafi menegaskan pentingnya menghidupkan kembali festival tersebut dengan melibatkan peran aktif masyarakat. Menurutnya, festival ini seharusnya tidak hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah, tetapi juga membutuhkan inisiatif dari masyarakat setempat.

"Festival Pulau Makassar yang dulunya meriah kini seakan terlupakan. Untuk menghidupkannya kembali, masyarakat harus turun tangan. Jangan hanya menunggu bantuan dana dari pemerintah, tetapi mari bergerak bersama-sama," ujar Rasman.

Ia berharap agar masyarakat lebih proaktif dalam menyelenggarakan acara ini, dengan pemerintah bertindak sebagai fasilitator yang menyediakan anggaran.

Pj Wali Kota juga menyoroti sejumlah tantangan besar yang perlu segera ditangani untuk mendukung pengembangan Pulau Makassar, salah satunya adalah perbaikan infrastruktur. Rasman mengungkapkan bahwa salah satu permasalahan utama yang menghambat pengembangan adalah kondisi jalan yang memerlukan anggaran besar untuk perbaikannya.

Selain itu, pembangunan jembatan dan penguatan talut untuk mencegah abrasi tanah di Pulau Makassar juga menjadi prioritas yang harus segera diselesaikan.

"Masalah-masalah ini harus menjadi prioritas. Kami sudah berdiskusi dengan anggota DPRD Sultra, Suwandi Andi, dan kami akan segera mengajukan permohonan anggaran kepada pemerintah provinsi untuk menangani hal ini," tambahnya.

Selain isu infrastruktur, Rasman juga menyoroti tantangan terkait ketersediaan lahan untuk program-program pembangunan. Ia menjelaskan bahwa banyak program yang terhambat karena pemerintah kekurangan lahan. Dalam hal ini, masyarakat sering diminta untuk menghibahkan lahan mereka, atau melalui proses pembebasan lahan.

"Jika pemerintah tidak memiliki lahan, biasanya masyarakat diminta untuk menghibahkan. Semntara untuk membebaskan lahan dengan ganti rugi juga ada prosesnya, harus melalui Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) agar dapat dinilai dan dianggarkan," ujar Rasman.

Pj Wali Kota menekankan bahwa pembangunan harus melibatkan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Dengan semangat gotong royong, Rasman optimis bahwa Pulau Makassar dapat kembali menjadi destinasi wisata unggulan di Sultra.

“Festival yang dulu berjaya akan kembali hidup da memberikan dampak positif bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat setempat. Mari bersama-sama kita wujudkan impian ini, dengan gerak cepat dan kerja keras," tutup Rasman, mengajak semua pihak untuk berkolaborasi demi kemajuan Pulau Makassar dan Kota Baubau secara keseluruhan.

Rekomendasi Berita