Pawai Chue Lak Meriahkan Perayaan Imlek 2026 di Bengkalis
- 22 Feb 2026 11:14 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Ribuan warga dari berbagai kalangan memadati pusat kota Bengkalis pada Chue Lak, puncak perayaan Tahun Baru Imlek yang digelar Minggu 22 Februari 2026. Pawai budaya ini menjadi inti dari rangkaian perayaan Imlek yang telah dimulai sejak Tahun Baru China beberapa hari sebelumnya.
Acara yang dikenal juga sebagai Cue Lak ini merupakan tradisi turun-temurun masyarakat etnis Tionghoa di Bengkalis untuk memperingati hari keenam Imlek sekaligus hari kelahiran salah satu dewa dalam kepercayaan mereka. Pawai dimulai dari area Kelenteng Hok Ann Kiong dan melintasi sejumlah jalan utama kota sebelum kembali lagi ke kelenteng sebagai titik akhir.
Rute arak-arakan yang padat di sepanjang Jalan Sudirman, Ahmad Yani, hingga pertokoan pusat kota dipenuhi oleh peserta berpakaian tradisional dan rombongan barongsai serta liong yang menambah kemeriahan suasana. Selain warga Tionghoa, masyarakat dari berbagai etnis dan agama ikut menyaksikan serta mengabadikan momen tahunan tersebut.

Berbagai pertunjukan dipertontonkan dalam iringan pawai Cue Lak. Para dewa yang masuk tubuh peserta melakukan sema. Puncak perayaan imlek ini, diidentikan pemujaan Dewa Cing Cui Cho Se.
Menurut Humas Vihara
Hok Ann Kiong, Herman Kasuma, rute pawai dalam puncak perayaan Imlek ini, terpusat dari Kelenteng Hok Ann Kiong menuju Jalan Ahmad Yani. Kemudian menuju Jalan HangTuah hingga perempatan Hang Tuah – Pattimura.
“Diawali dari Vihara jalan Yos Sudarso, arak arakan berjalan ke Jalan Pattimura menuju Jalan Sudirman lalu kembali lagi ke Vihara, “ ungkapnya.

Selain pawai, acara ini juga diwarnai dengan berbagai ritual budaya. Beberapa peserta pawai dipercayai sedang menjalani tradisi semayah atau penyembahan kepada leluhur dan dewa, yang dipercaya membawa berkah serta keselamatan di sepanjang tahun yang baru dimulai. Suasana semakin semarak dengan bunyi petasan yang berkumandang di sepanjang rute pawai, sebagai simbol harapan mengusir sial dan menyambut keberuntungan.
Ketua panitia perayaan menyampaikan harapan besar bahwa tradisi Chue Lak tidak hanya menjadi momentum ibadah dan tradisi, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan antarwarga. Kehadiran berbagai lapisan masyarakat yang menyaksikan pawai menjadi bukti kuatnya toleransi dan kehidupan multikultural di Bengkalis.
Perayaan Chue Lak di Bengkalis kembali menunjukkan betapa kaya dan beragamnya budaya lokal yang tetap dilestarikan oleh komunitas Tionghoa setempat, sekaligus menjadi daya tarik wisatawan yang ingin menyaksikan langsung kemeriahan tradisi khas Imlek ini.