Alessandro Volta: Penemu Baterai Listrik dan Pelopor Elektrokimia
- 24 Feb 2026 21:02 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat dilepaskan dari peran para ilmuwan yang melalui penelitian dan ketekunannya mampu mengubah cara manusia memahami alam. Salah satu tokoh penting dalam sejarah kelistrikan dunia adalah Alessandro Giuseppe Antonio Anastasio Volta, ilmuwan asal Italia yang menjadi pelopor dalam pengembangan sumber energi listrik.
Dikutip dari laman wikipedia, melalui penemuannya pada akhir abad ke-18, Volta membuka babak baru dalam kajian listrik dan kimia. Karyanya tidak hanya membuktikan bahwa listrik dapat dihasilkan melalui reaksi kimia, tetapi juga menjadi dasar lahirnya berbagai perangkat elektronik yang digunakan hingga saat ini.
Alessandro Giuseppe Antonio Anastasio Volta lahir pada 18 Februari 1745 di Como, Italia, dan wafat pada 5 Maret 1827. Ia dikenal sebagai fisikawan dan kimiawan yang berjasa besar dalam pengembangan ilmu kelistrikan. Namanya kemudian diabadikan sebagai satuan tegangan listrik dalam Sistem Satuan Internasional (SI), yaitu volt.
Beberapa penemuan Alessandro Giuseppe Antonio Anastasio Volta:
1. Penemuan Baterai Listrik (Tumpukan Volta)
Pada tahun 1800, Volta menciptakan baterai listrik pertama di dunia yang dikenal sebagai Tumpukan Volta (Voltaic Pile). Alat ini tersusun atas lempengan tembaga dan seng yang disusun secara bergantian, dipisahkan oleh karton atau kain yang telah direndam dalam larutan air garam.
Penemuan tersebut membuktikan bahwa listrik dapat dihasilkan melalui reaksi kimia. Temuan ini sekaligus membantah teori “listrik hewan” yang sebelumnya dikemukakan oleh ilmuwan Italia, Luigi Galvani. Tumpukan Volta menjadi cikal bakal pengembangan baterai modern dan membuka jalan bagi kemajuan di bidang elektrokimia.
2. Penemuan Gas Metana
Pada tahun 1776, saat melakukan penelitian di sekitar rawa-rawa Danau Maggiore, Volta mengamati gelembung gas yang muncul dari permukaan air. Ia berhasil mengisolasi gas tersebut dan mengidentifikasinya sebagai zat yang mudah terbakar.
Gas itu kini dikenal sebagai metana, salah satu komponen utama gas alam. Penemuan ini memperkaya kajian ilmu kimia, khususnya mengenai gas dan sifat-sifatnya.
3. Pengembangan Elektroforus dan Konsep Kapasitansi
Volta juga menyempurnakan elektroforus, alat yang digunakan untuk menghasilkan listrik statis. Selain itu, ia mempelajari hubungan antara muatan listrik, kapasitansi, dan beda potensial. Pemikirannya menjadi dasar penting dalam teori rangkaian listrik yang terus digunakan dalam pengembangan teknologi kelistrikan hingga saat ini.
Atas kontribusinya dalam ilmu pengetahuan, Volta mendapat berbagai penghargaan. Pada tahun 1810, Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte menganugerahinya gelar bangsawan Count.
Sebagai bentuk penghormatan internasional, pada tahun 1881 nama “volt” ditetapkan secara resmi sebagai satuan beda potensial atau gaya gerak listrik dalam Sistem Satuan Internasional (SI).
Kontribusi Alessandro Volta tidak hanya mengubah pemahaman manusia tentang listrik, tetapi juga menjadi fondasi bagi perkembangan teknologi modern yang bergantung pada energi listrik hingga kini.