Rahasia Sehat lewat Bekam, Terapi Sunnah Kian Diminati

  • 08 Mar 2026 22:54 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Bekam dikenal sebagai salah satu metode pengobatan tradisional yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini bahkan dianjurkan dalam ajaran Islam sehingga sering disebut sebagai terapi sunnah.

Dengan teknik mengeluarkan darah kotor dari permukaan kulit menggunakan alat khusus, bekam dipercaya dapat membantu melancarkan peredaran darah, mengurangi berbagai keluhan tubuh, hingga meningkatkan daya tahan tubuh. Tak heran, di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat dan pengobatan alami, terapi bekam kini semakin diminati oleh berbagai kalangan.

Mengutip laman situs Alo dokter Kemenkes RI, terapi bekam kerap dijadikan sebagai pelengkap perawatan beberapa penyakit atau masalah kesehatan kronis, seperti:

  • Migrain
  • Nyeri otot di bagian leher, panggul, dan kaki
  • Tekanan darah tinggi
  • Kelainan darah, seperti hemofilia dan anemia
  • Masalah kesuburan dan gangguan kandungan
  • Penyakit rematik, seperti fibromyalgia dan radang sendi
  • Masalah kulit, seperti jerawat dan eksim
  • Kecemasan dan depresi
  • Varises
  • Herpes zoster
  • Penyumbatan bronkus (saluran pernapasan) yang disebabkan oleh asma atau alergi
  • Sindrom terowongan karpal (carpal tunnel syndrome)
  • Gangguan gastrointestinal, seperti irritable bowel disease (IBD)

Manfaat bekam sebagai metode pengobatan alternatif berbagai penyakit di atas berasal dari efeknya yang dapat melancarkan pembuluh darah, merangsang kinerja saraf, meningkatkan imunitas tubuh, dan membuat tubuh lebih rileks.

Meski demikian, mekanisme terapi bekam untuk mengobati beragam penyakit tersebut belum dapat dijelaskan secara mendetail. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan guna mengetahui dengan jelas efektivitas dan keamanan terapi ini.

Terapi bekam cukup aman dilakukan pada kondisi penyakit yang sedang tidak akut atau kambuh. Namun, setelah melakukan bekam, Anda akan mengalami beberapa gejala ringan berikut ini:

  • Luka bakar
  • Memar
  • Kelelahan
  • Tegang otot
  • Mual

    Biasanya, efek samping di atas terjadi selama terapi dilakukan dan segera menghilang setelahnya. Untuk bekas memar kemerahan yang muncul pada kulit, dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu 10 hari.

Meski aman dilakukan, terapi bekam tidak dianjurkan untuk beberapa kondisi, seperti:

  • Ibu hamil
  • Anak-anak di bawah 4 tahun
  • Wanita yang sedang menstruasi
  • Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah
  • Penderita penyakit pembekuan darah, seperti hemofilia atau ITP
  • Riwayat masalah pada kulit, termasuk eksim dan psoriasis
  • Epilepsi

Terapi bekam juga sebaiknya dilakukan oleh terapis yang memiliki kompetensi untuk melakukan terapi ini. Hal ini penting untuk diperhatikan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, Anda juga harus cermat dalam memperhatikan kebersihan alat-alat bekam yang digunakan untuk mencegah infeksi kulit dan penularan penyakit, seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV.

Jika Anda sedang menjalani pengobatan terhadap penyakit tertentu dan ingin memilih terapi bekam sebagai bagian dari pengobatan, Anda disarankan untuk berkonsultasi dahulu dengan dokter guna mencegah efek samping yang tidak diinginkan.

Rekomendasi Berita