Bibir Pecah-Pecah, Tanda Masalah Kesehatan?
- 03 Mar 2026 16:53 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Bibir pecah-pecah sering dianggap sepele karena kerap dikaitkan dengan cuaca panas atau kurang minum. Namun dalam kondisi tertentu, bibir kering dan retak bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan.
Secara umum, penyebab paling sering adalah dehidrasi dan paparan udara kering. American Academy of Dermatology menjelaskan bahwa bibir tidak memiliki kelenjar minyak seperti kulit lainnya sehingga lebih mudah kehilangan kelembapan.
Selain faktor lingkungan, kekurangan nutrisi juga dapat berperan. National Health Service (NHS) Inggris menyebutkan bahwa defisiensi vitamin B, zat besi, atau zinc dapat memicu bibir pecah-pecah dan luka di sudut bibir.
Kondisi yang dikenal sebagai angular cheilitis juga kerap menyebabkan sudut bibir meradang dan nyeri. Gangguan ini dapat dipicu infeksi jamur atau bakteri, terutama pada orang dengan daya tahan tubuh rendah.
Dikutip dari laman Mayo Clinic pada Selasa, 3 Maret 2026, bibir yang terus-menerus kering dan pecah bisa berkaitan dengan kebiasaan menjilat bibir. Air liur justru mempercepat penguapan dan membuat bibir semakin kering.
Pada sebagian kasus, bibir pecah-pecah juga dikaitkan dengan alergi terhadap produk kosmetik atau pasta gigi. Reaksi ini biasanya disertai rasa gatal, kemerahan, atau sensasi terbakar.
Karena itu, penting membedakan antara bibir kering biasa dan yang berkaitan dengan gangguan kesehatan. Jika kondisi tidak membaik setelah perawatan sederhana atau disertai gejala lain, pemeriksaan ke tenaga medis menjadi langkah yang bijak.