Waspada Infeksi Luka Caesar Bagian Dalam: Kenali Ciri dan Langkah Penanganannya

  • 11 Mar 2026 21:45 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Persalinan caesar (C-section) adalah prosedur bedah besar yang membutuhkan waktu pemulihan cukup lama. Meski luka luar terlihat mengering, risiko infeksi luka caesar bagian dalam tetap perlu diwaspadai. Jika tidak ditangani dengan cepat, infeksi ini dapat memicu komplikasi serius seperti abses atau peritonitis.

Berikut adalah panduan lengkap untuk mengenali gejala dan cara mengatasinya secara tepat.

Ciri-Ciri Infeksi Luka Caesar Bagian Dalam

Berbeda dengan infeksi permukaan, infeksi di bagian dalam sering kali tidak terlihat langsung dari kulit. Perhatikan tanda-tanda "alarm" dari tubuh berikut:

  • Nyeri Perut yang Menetap: Rasa nyeri hebat di area rahim atau perut bagian bawah yang bukannya membaik, malah semakin memburuk setelah beberapa hari.
  • Demam Tinggi: Suhu tubuh di atas 38°C yang disertai menggigil adalah indikasi kuat adanya peradangan atau infeksi di dalam tubuh.
  • Pembengkakan dan Kemerahan: Area di sekitar jahitan terasa keras, sangat bengkak, atau kemerahan yang meluas.
  • Keluarnya Cairan atau Nanah: Adanya cairan berbau tidak sedap yang merembes dari sela-sela jahitan.
  • Keputihan Berbau Menyengat: Jika infeksi terjadi di area rahim (endometritis), biasanya disertai flek atau keputihan dengan bau yang sangat tajam.
  • Nyeri Saat Buang Air Kecil: Bisa menjadi tanda infeksi telah menyebar atau memengaruhi area kandung kemih.
Langkah Penanganan yang Harus Diambil

Jangan mencoba mengobati infeksi bagian dalam dengan obat oles sembarangan. Berikut langkah medis yang harus dilakukan:

  1. Segera Hubungi Dokter Obgyn: Jangan menunda jika muncul demam. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik atau USG untuk melihat kondisi jaringan di bawah jahitan.
  2. Terapi Antibiotik: Jika terdiagnosa infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik dosis spesifik. Pastikan untuk menghabiskannya sesuai dosis agar tidak terjadi resistensi bakteri.
  3. Pembersihan Luka (Debridement): Dalam beberapa kasus, jika terdapat kumpulan nanah (abses), dokter mungkin perlu membuka sedikit jahitan untuk mengeluarkan cairan infeksi tersebut.
  4. Istirahat Total: Tubuh memerlukan energi ekstra untuk melawan infeksi. Hindari mengangkat beban berat atau aktivitas fisik berat sementara waktu.
  5. Nutrisi Tinggi Protein: Konsumsi makanan tinggi protein (seperti telur, ikan, atau daging) untuk mempercepat regenerasi jaringan yang rusak akibat infeksi.

Menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh area sekitar perban adalah kunci utama pencegahan. Pastikan area luka tetap kering dan jangan menggunakan pakaian yang terlalu ketat yang dapat mengiritasi bekas operasi.

Rekomendasi Berita